Monday, August 9, 2010

Gunung Vesuvius dan Kisah Peradaban Pompeii


Gunung Vesuvius yang dalam bahasa Italia disebut Monte Vesuvio adalah satu-satunya gunung berapi di Daratan Eropa yang meletus dalam seratus tahun terakhir dan terletak di sebelah timur Napoli,
Italia.








 


Vesuvius adalah nama gunung yang sering digunakan oleh para penulis
akhir Republik Romawi dan awal Kekaisaran Romawi .Dan menurut legenda, Vesuvius berarti “Putra Ves/Zeus
alias Hercules.







Vesuvius
meletus 
dilukis oleh pelukis Norwegia JC Dahl , 1826








 Di
dalam kawah Vesuvius



Peradaban Pompeii





Pada tahun 79 M, letusan gunung ini menghancurkan kota Pompeii. Pompeii adalah sebuah kota zaman Romawi kuno yang telah menjadi puing dekat kota Napoli dan sekarang berada di wilayah Campania, Italia. Pompeii hancur oleh letusan gunung Vesuvius pada 79 M. Debu letusan gunung Vesuvius menimbun kota Pompeii dengan segala isinya sedalam beberapa kaki menyebabkan kota ini hilang selama 1.600 tahun sebelum ditemukan kembali dengan tidak sengaja. Semenjak itu penggalian kembali kota ini memberikan pemandangan yang luar biasa terinci mengenai kehidupan sebuah kota di puncak kejayaan Kekaisaran Romawi. Saat ini kota Pompeii merupakan salah satu dari Situs Warisan Dunia UNESCO.


 




Vesuvius dilihat dari kota Pompeii






 


Pompeii terletak pada koordinat 40°45′00″N 14°29′10″E / 40.75°LU 14.48611°BT / 40.75; 14.48611, sebelah tenggara kota Napoli, dekat dengan kota modern Pompei saat ini. Kota ini berdiri di lokasi yang terbentuk dari aliran lava ke arah utara di hilir Sungai Sarno (zaman dulu bernama "Sarnus"). Saat ini daratan ini agak jauh letaknya di daratan, namun dahulu merupakan daerah yang dekat dengan pantai.

 




 


Pada abad pertama M, Pompeii hanyalah salah satu dari sekian kota yang berlokasi di sekitar kaki Gunung Vesuvius. Wilayah ini cukup besar jumlah penduduknya yang menjadi makmur karena daerah pertaniannya subur. Beberapa kelompok kota kecil di sekitar Pompeii seperti Herculaneum juga menderita kerusakan atau kehancuran oleh tragedi letusan Vesuvius. 


 




Puing  Kota Pompeii


 


Sejarah Awal

Kota Pompeii didirikan sekitar abad ke-6 SM oleh orang-orang Osci atau Oscan, yaitu suatu kelompok masyarakat di Italia tengah. Saat itu, kota ini sudah digunakan sebagai pelabuhan yang aman oleh para pelaut Yunani dan Fenisia. Ketika orang-orang Etruska mengancam melakukan serangan, kota Pompeii bersekutu dengan orang-orang Yunani yang kemudian menguasai Teluk Napoli. Pada abad ke-5 SM orang-orang Samnium mendudukinya (beserta semua kota di Campania). Para penguasa baru ini memaksakan arsitektur mereka dan memperluas wilayah kota. Diyakini juga bahwa selama pendudukan orang-orang Samnium, Roma sempat merebut kembali Pompeii untuk sementara waktu, namun teori ini belum terbuktikan.

Pompeii ikut ambil peranan dalam peperangan yang dimulai oleh kota-kota Campania melawan Roma, namun pada tahun 89 SM kota ini dikepung oleh Sulla. Walaupun tentara Liga Sosial yang dipimpin oleh Lucius Cluentius ikut membantu dalam melawan Roma, pada tahun 80 SM Pompeii dipaksa menyerah setelah Nola ditaklukkan. Pompeii lalu menjadi sebuah koloni Roma dengan nama: Colonia Cornelia Veneria Pompeianorum. Kota ini menjadi jalur penting bagi barang-barang yang datang lewat laut dan harus dikirim ke Roma atau Italia Selatan yang terletak di sepanjang Via Appia yang tidak jauh dari situ.

Pada tahun 62 M, sebuah gempa bumi hebat merusakkan Pompeii bersama banyak kota lainnya di Campania. Di masa antara tahun 62 M hingga letusan besar Vesuvius tahun 79 M, kota ini dibangun kembali, mungkin lebih megah dalam bidang bangunan dan karya seni dari sebelumnya.


 






Vesuvius Mengubur Kota Pompeii
 




 Ilustrasi


 


Para penduduk Pompeii, seperti mereka yang hidup di daerah itu sekarang, telah lama terbiasa dengan getaran kecil, namun pada 5 Februari 62  terjadi gempa bumi yang hebat yang menimbulkan kerusakan yang cukup besar di sekitar teluk itu dan khususnya terhadap Pompeii. Sebagian dari kerusakan itu masih belum diperbaiki ketika gunung berapi itu meletus . Namun, ini mungkin merupakan sebuah gempa tektonik daripada gempa yang disebabkan oleh meningkatnya magma yang terdapat di dalam gunung berapi. 


 

Sebuah gempa lainnya, yang lebih ringan, terjadi pada 64; peristiwa ini dicatat oleh Suetonius dalam biografinya tentang Nero, dalam De Vita Caesarum, dan oleh Tacitus dalam Buku XV dari Annales karena hal ini terjadi ketika Nero berada di Napoli dan tampil dalam sebuah pertunjukan untuk pertama kalinya di sebuah panggung umum. Suetonius mencatat bahwa kaisar tidak memedulikan gempa itu dan terus bernyanyi hingga selesai lagunya, sementara Tacitus mencatat bahwa teater itu runtuh setelah orang-orang di dalamnya dievakuasi.

Penulis Plinius Muda menulis bahwa getaran bumi itu "tidaklah begitu menakutkan karena sering terjadi di Campania".

Pada awal Agustus tahun 79, mata air dan sumur-sumur mengering. Getaran-getaran gempa ringan mulai terjadi pada 20 Agustus 79 , dan menjadi semakin sering pada empat hari berikutnya, namun peringatan-peringatan itu tidak disadari orang, dan pada sore hari tanggal 24 Agustus, sebuah letusan gunung berapi yang mematikan terjadi. Ledakan itu merusakkan wilayah tersebut, mengubur Pompeii dan daerah-daerah pemukimanlainnya. Kebetulan tanggal itu bertepatan dengan Vulcanalia, perayaan dewa api Romawi.

Laporan saksi mata satu-satunya yang bertahan dan dapat diandalkan tentang peristiwa ini dicatat oleh Plinius Muda dalam dua pucuk surat kepada sejarahwan Tacitus. Dari rumah pamannya di Misenum, sekitar 35 km dari gunung berapi itu, Plinius melihat sebuah gejala luar biasa yang terjadi di atas Gn. Vesuvius: sebuah awan gelap yang besar berbentuk seperti pohon pinus muncul dari mulut gunung itu. Setelah beberapa lama, awan itu dengan segera menuruni lereng-lereng gunung dan menutupi segala sesuatu di sekitarnya, termasuk laut yang di dekatnya.

"Awan" yang digambarkan oleh Plinius Muda itu kini dikenal sebagai aliran piroklastik, yaitu awan gas yang sangat panas, debu, dan batu-batu yang meletus dari sebuah vulkano. Plinius mengatakan bahwa beberapa gempa bumi terasa pada saat letusan itu dan diikuti oleh getaran bumi yang dahsyat. Ia juga mencatat bahwa debu juga jatuh dalam bentuk lapisan-lapisan yang sangat tebal dan desa tempat ia berada harus dievakuasi. 


 


Laut pun tersedot dan didorong mundur oleh suatu "gempa bumi", sebuah gejala yang disebut oleh para geologiwan modern sebagai tsunami. Gambarannya lalu beralih kepada fakta bahwa matahari tertutup oleh letusan itu dan siang hari menjadi gelap gulita. 


 


Pamannya, Plinius Tua mengambil beberapa kapal untuk meneliti gejala ini dan menyelamatkan orang-orang yang terperangkap di kaki gunung itu. Karena tidak dapat mendarat dekat vulkano itu karena angin yang tidak menguntungkan dan debu yang dihasilkan letusan itu, Plinius Tua melanjutkan perjalanan ke Stabiae sekitar 4,5 km dari Pompei. 


 


Ia meninggal di sana keesokan harinya. Dalam suratnya yang pertama kepada Tacitus, kemenakannya menduga bahwa ini disebabkan karena pamannya menghirup gas beracun. Namun Stabiae 16 km jauhnya dari tempat kejadian dan rekan-rekannya tampaknya tidak terpengaruh oleh hirupan udara itu, dan karena itu kemungkinan sekali kematiannya disebabkan karena Plinius yang gemuk itu  meninggal karena stroke atau serangan jantung.





Lenyap Selama 16 Abad





Lapisan debu tebal menutupi dua buah kota yang lokasinya dekat dengan kaki gunung Vesuvius, sehingga kedua kota ini menjadi hilang dan terlupakan. Kemudian kota Herculaneum ditemukan kembali pada 1738, dan Pompeii pada 1748. Kedua kota ini digali kembali dari lapisan debu tebal dengan membebaskan semua bangunan-bangunan dan lukisan dinding yang masih utuh. Sebenarnya, kota ini telah ditemukan kembali pada 1599 oleh seorang arsitek bernama Fontana yang menggali sebuah jalan baru untuk sungai Sarno, namun membutuhkan lebih dari 150 tahun kemudian barulah sebuah upaya/kampanye serius dilakukan untuk membebaskan kota ini dari timbunan tanah.

Raja Charles VII dari dua Sisilia sangat tertarik dengan temuan-temuan ini bahkan hingga ia diangkat menjadi raja Spanyol. Giuseppe Fiorelli mengambil tanggung jawab ekskavasi pada 1860. Hingga saat itu Pompeii dan Herculaneum dianggap telah hilang selamanya. Di kemudian hari, Giuseppe Fiorelli adalah orang yang menyarankan penggunaan teknik injeksi plester terhadap ruangan kosong dalam tubuh korban Vesuvius yang sudah hancur untuk membentuk kembali permukaan tubuh mereka secara sempurna.





 Fresko dekoratif: "Dewi Europa dan sang Lembu"


 


Ada teori tanpa bukti yang menyatakan bahwa Fontana menemukan beberapa fresko erotis selama penggalian yang dilakukannya, namun karena norma-norma kesopanan yang amat kuat saat itu ia mengubur fresko-fresko itu kembali. Hal ini diperkuat oleh laporan-laporan penggalian oleh tim lain sesudahnya yang menyatakan bahwa daerah galian tersebut menunjukkan suasana telah pernah digali dan dikuburkan kembali.

Forum (bangunan untuk keperluan sosial), pemandian, beberapa rumah/gedung dan sejumlah villa telah dapat diselamatkan dengan baik. Sebuah hotel (dengan luas 1000 meter persegi) ditemukan dekat dengan lokasi kota. Hotel ini lalu dinamakan "Grand Hotel Murecine".

 




 Pasangan penduduk Pompeii


 


Fakta menyatakan bahwa Pompeii merupakan satu-satunya situs kota kuno di mana keseluruhan struktur topografinya dapat diketahui dengan pasti tanpa memerlukan modifikasi atau penambahan. Kota ini tidak dibagi sesuai dengan pola-pola kota Romawi pada umumnya dikarenakan permukaan tanah yang tidak datar (kota ini berada di kaki gunung). Namun jalan-jalan di kota ini dibuat lurus dan berpola pada tradisi murni Romawi kuno, permukaan jalan terdiri dari batu-batu poligon dan memiliki bangunan-bangunan rumah dan toko-toko di kedua sisi jalan, mengikuti decumanus dan cardusnya. Decumanus adalah jalan-jalan yang merentang dari timur ke barat, sementara cardus merentang dari utara ke selatan. 










Sebuah jalan sepi di Pompeii




Gempa bumi, longsor dan kerusakan akibat letusan gunung berapi


Sebuah bidang penelitian penting saat ini berkaitan dengan struktur-struktur, yang kini sedang diperbaiki, pada masa letusan (kemungkinan rusak pada waktu gempa di tahun 62). Sebagian dari lukisan-lukisan tua yang rusak agaknya tertutup dengan lukisan-lukisan yang lebih baru, dan alat-alat modern digunakan untuk menemukan kembali gambaran dari fresko-fresko yang telah lama tersembunyi. Alasan tentang mengapa struktur-struktur ini masih diperbaiki 10 tahun setelah letusan itu adalah kenyataan bahwa frekuensi ledakan menjelang ledakan yang hebat itu semakin kecil.


Kebanyakan penggalian arkeologis di situs itu hanya sampai tingkat jalanan pada peristiwa vulkanik tahun 79. Penggalian-penggalian yang lebih dalam di bagian Pompeii yang lebih tua dan contoh-contoh utama dari pengeboran-pengeboran di dekatnya telah menunjukkan lapisan-lapisan dari berbagai sedimen yang menunjukkan bahwa peristiwa-peristiwa lain telah melanda kota itu sebelum terjadinya ledakan yang terkenal itu, karena ada tiga lapisan sedimen yang terletak di bawah kota itu yang ditemukan di atas lapisan lava. Bercampur dengan sedimen ini ditemukan pula oleh para arkeolog potongan-potongan kecil dari tulang-tulang binatang, potongan-potongan keramik dan potongan-potongan tumbuhan. Dengan menggunakan penanggalan karbon, lapisan yang tertua diperkirakan berasal dari abad ke-8 SM, sekitar masa pendirian kota itu. Dua lapisan lainnya dipisahkan dari lapisan-lapisan lainnya dengan lapisan tanah yang dikembangkan dengan baik atau merupakan jalan yang dibuat orang Romawi pada sekitar abad ke-4 SM dan abad ke-2 SM. Teori di balik lapisan-lapisan dari beraneka sedimen ini adalah tanah longsor yang hebat, yang mungkin didorong oleh hujan yang turun berkepanjangan. (Senatore, et al., 2004) Pada penggalian-penggalian awal situs ini, sesekali ditemukan lubang di dalam lapisan abu yang berisi sisa-sisa tulang manusia. Giuseppe Fiorelli mengusulkan untuk mengisi ruang-ruang kosong itu dengan semen. Apa yang dihasilkan adalah bentuk-bentuk yang sangat akurat dan mengerikan dari Pompeiani (warga Pompeii) yang gagal melarikan diri, dalam saat-saat terakhir hidup mereka .





Untuk sebagian dari mereka, ungkapan ketakutan itu cukup jelas
kelihatan. Para geologiwan telah menggunakan sifat-sifat magnetik dari batu-batu dan serpihan-serpihan yang ditemukan di Pompeii untuk memperkirakan temperatur aliran piroklaktik yang mengubur kota itu. Ketika batu yang meleleh itu membeku kembali, mineral magnetik dalam batu itu mencatat arah bidang magnet Bumi. Bila bahan itu dipanaskan melampaui temperatur tertentu, yang dikenal sebagai temperatur Curie, bidang magnetnya mungkin akan dimodivikasi atau sama sekali diatur kembali. Analisis terhadap lebih dari 200 buah batu vulkanik dan serpihan-serpihan, seperti atap genting, menunjukkan bahwa awan debu itu panasnya hingga 850 °C ketika muncul dari mulut Vesuvius. Awan itu mendingin hingga kurang dari 350 °C pada saat tiba di kota itu. Banyak dari bahan-bahan yang dianalisis mengalami temperatur antara 240 °C hingga 340 °C. Beberapa daerah memperlihatkan temperatur yang lebih rendah, hanya 180 °C. Ada teori yang mengatakan bahwa guncangan mungkin telah menyebabkan tercampurnya udara dingin ke dalam awan debu itu.


Pompeii
dalam dunia hiburan populer






Pompeii dijadikan latar belakang novel sejarah modern The Last Days of Pompeii dan sebuah film seri televisi Inggris Up Pompeii, dan novel Robert Harris baru-baru ini, Pompeii, sebuah kisah fiksi yang terpusat pada aquarius (ahli saluran air) Marcus Attilius yang harus memperbaiki kerusakan pada akuaduk di dunia, Aqua Augusta, yang rusak di suatu tempat di sekitar Gn. Vesuvius. Dalam seni visual, The Last Day of Pompeii adalah sebuah lukisan terkenal oleh Carlo Brullo yang kelahiran Rusia.

Pada Oktober 1971, band terkenal Pink Floyd mengadakan pertunjukan di sebuah amfiteater yang kosong dan berusia 2.000 tahun di Pompeii, di hadapan penonton yang terdiri dari para kru film termasuk para kamerawan. Pertunjukan ini diedarkan sebagai sebuah film di seluruh dunia, dan belakangan dalam bentuk video. Sang sutradara belakangan menambahkan gambar-gambar ruang angkasa dan merilisnya dalam bentuk 'potongan sutradara', yang kini tersedia dalam bentuk DVD.

"Last Days of Pompeii" adalah sebuah opera rock tahun 1991 oleh band rok alternatif Nova Mob.

Taman bertema Busch Gardens di Williamsburg, Virginia menampilkan sebuah atraksi berjudul "Escape from Pompeii," (Melarikan diri dari Pompeii); di situ para penumpang mengendarai kapal-kapal kecil yang konon sedang melarikan diri melalui kota Pompeii sementara reruntuhan-reruntuhan kota berguliran di sekitar mereka.



 




Palaestra Pompeii dilihat dari puncak
dinding stadion. Bagian tengah kiri yang mencekung diisi dengan air dan
digunakan untuk latihan berenang atau permainan pertempuran laut. Di
sebelah kanan (agak tertutup oleh batang pohon) adalah barisan
pokok-pokok pohon yang menjadi arang, sisa-sisa pohon (masing-masing
seratus tahun usianya) dari palaestra yang terbakar dalam ledakan
gunung berapi tahun 79. Di antara mereka dan deretan tiang,
terdapat barisan pepohonan muda yang baru ditanam sebagai penggantinya.




Rexford (Rex) Phillips, alias “Rexino Mondo,” menulis, menyanyikan, membacakan serta memproduksi sebuah "buku audio" 210 menit berjudul Messenger From Pei (Utusan dari Pei). Buku ini mengisahkan penugasannya di Kompi Khusus ke-10 dari Angkatan Darat AS di Korea. Di sana ia berjumpa, bersahabat dan akhirnya menjalin hubungan yang akrab dengan aktris Debbie Reynolds. Berbagai arus bolak-balik membawa mereka dalam suatu perjalanan ke kehidupan masa lampau, dan khususnya dalam pelarian mereka dari "Pei yang dekaden", tepat sebelum kehancuran total kota itu, bersamaan dengan hari-hari terakhir "Pompeii", bakal anaknya yang rusak akhlaknya. Karya ini dibuat pada 1992 dan diedarkan secara terbatas.




Penemuan-penemuan unik


 


Kota Pompeii memberikan gambaran sesaat mengenai kehidupan kota Romawi di abad pertama. Gambaran sesaat ini memperlihatkan bahwa Pompeii merupakan kota yang sangat hidup sebelum terjadinya letusan gunung. Bukti-bukti memberi petunjuk hingga ke hal yang amat detil dari kehidupan sehari-hari mereka. Misalnya, pada lantai sebuah rumah (rumah Sirico) sebuah tulisan terkenal Salve, lucru (Selamat datang, uang), mungkin dimaksudkan sebagai humor, menunjukkan kepada kita perusahaan perdagangan yang dimiliki oleh dua sejawat, Sirico dan Nummianus (namun nama ini mungkin hanya julukan, karena nummus berarti mata uang, uang). Di rumah-rumah lainnya, terdapat banyak gambaran terinci mengenai profesi dan kategori, seperti pekerja binatu (Fullones). Kendi-kendi anggur bertuliskan Vesuvinum (istilah permainan kata dalam perdagangan). Grafiti yang dipahat di dinding memberitahu kita akan nama suatu jalan.







 Teatro Grande "Teater Besar"


 




Fresko-fresko Pompeii yang dapat diselamatkan menawarkan pengetahuan
yang tiada bandingnya mengenai kebudayaan dari kota purbakala ini


 


Ketika letusan terjadi, kota Pompeii mungkin memiliki penduduk sejumlah 20.000 orang dan berlokasi di area di mana orang Roma memiliki vila-vila liburan mereka. Banyak pelayanan yang disediakan di kota Pompeii ditemukan, misalnya: Macellum (pasar raya menyediakan makanan), Pistrinum (penggilingan gandum), Thermopolium (sejenis bar yang menyediakan minuman dingin dan panas), cauporioe (restoran kecil), dan sebuah amfiteater. 


 




 Kerangka yang disebut Ring Lady ditemukan
di Herculaneum


 


Tahun 2002 penemuan lain yang tak kalah pentingnya di hilir sungai Sarno mengungkapkan bahwa pelabuhan tersebut juga memiliki banyak penduduk dan para penduduknya tinggal di palafitte (desa dengan rumah-rumah yang menjorok di atas danau), dalam sebuah sistem kanal yang, menurut para ilmuwan, menyerupai kanal-kanal di Venesia. Namun fakta ini masih harus dipelajari lebih jauh.


 


 


Korban - Korban Letusan





Berikut ini adalah korban-korban dari letusan Gunung Vesuvius yang tak sempat melarikan diri. 













































Tak dapat dibayangkan bagaimana jadinya jika anda yang berada di saat terjadinya letusan itu ... ?





(hawkson)








Thursday, July 29, 2010

Leonardo da Vinci : Kisah Sang Masterpiece Yang Meninggalkan Kontroversi

Leonardo da Vinci tercatat hidupnya selama 15 April 1452 – 2 Mei 1519 adalah seorang arsitek, musisi, penulis, pematung, dan pelukis Renaisans Italia. Beliau  digambarkan sebagai arketipe “manusia renaisans” dan sebagai jenius universal.




Leonardo terkenal karena lukisannya yang piawai, seperti Jamuan Terakhir dan Mona Lisa. Ia juga dikenal karena mendesain banyak ciptaan yang mengantisipasi teknologi modern tetapi jarang dibuat semasa hidupnya, sebagai contoh ide-idenya tentang tank dan mobil yang dituangkannya lewat gambar-gambar dwiwarna. Selain itu, ia juga turut memajukan ilmu anatomi, astronomi, dan teknik sipil bahkan juga tentang  kuliner.






Lukisan Wajah Asli Da Vinci







Sebuah lukisan minyak berukuran 24'' X 17" dengan
gambar Leonardo da Vinci ditemukan  di arsip dan koleksi lukisan
keluarga Aristokrat di Acerenza, kota kecil dekat Potenza, wilayah
Basilicata, Selatan Italia. Lukisan tersebut awalnya dikira Galileo
Galilei, yang ditampilkan tiga perempat badan dengan mengenakan topi
berbulu. 






Seorang Ahli Sejarah Abad
Pertengahan, Nicola Barbatelli yang menemukan lukisan tersebut
mengatakan walaupun Leonardo berasal dari Vinci di Tuscanby dan
berkerja di Florence dan Milan, dia diketahui pernah mengunjungi
Basilicata.













Meskipun merupakan potret
pribadi, namun terdapat tanda yang tertulis "pinxit Mea" dibalik
lukisan tersebut." Kita tahu Leonardo memiliki keterikatan dengan
keluarga Segnis yang tinggal di Florence," ujar  Barbatelli seperti
yang diberitakan Telegraph. Dia menambahkan, ketika pertama kali
melihat lukisan, dirinya yakin itu bukan Galileo, karena berdasarkan
postur, gaya, dan teknik yang digunakan mengingatkan pada lukisan
Leonardo di Uffizi.





Alessandro Vezzosi,
Direktur Museum Leonardo Da Vinci mengatakan lukisan yang diklaim
dibuat ketika zaman pencerahan di Eropa merupakan lukisan asli bukan
tiruan. Hasil investigasi yang dilakukan Vezzosi juga menemukan bahwa
lukisan tersebut dibuat oleh Cristofano dell'Altisimo, yang melukis
potret da Vinci di Galeri bernama Uffizi di Florence. 










Sejauh ini, hanya ada satu potret Da Vinci yang diketahui asli, lukisan
kapur merah yang dibuat tahun 1512, kini lukisan tersebut berada di
perpustakaan negara "Biblioteca Reale" di Turin, Italia Utara. Dalam
situs museum, Professor Vezzosi mengatakan, keberadaan lukisan tersebut
menjadi sangat penting karena merupakan salah satu elemen yang dapat
membantu untuk mengetahui seperti apa Leonardo da Vinci. 





 Latar Belakang





Leonardo lahir pada tahun 1452 di kota Vinci, propinsi Firenze, Italia anak dari Ser Piero Da Vinci dan Caterina, jadi nama lengkapnya yaitu Leonardo di Ser Piero da Vinci yang berarti Leonardo putra Ser Piero asal kota Vinci.



Pada tahun 1476 tertuduh dengan kasus homoseksual dengan seorang model laki-laki berusia belasan tahun yang bernama Jacopo Saltarelli. Sehingga beberapa tahun itu Leonardo selalu berada di bawah pengawasan yang berwenang .



Mahakaryanya, Jamuan Terakhir(The Last Supper) pada tahun 1495 sampai tahun 1497 yang dilukis pada dinding biara Santa Maria di Milan, kini telah rusak akibat dimakan waktu. Lukisan terkenal lainnya adalah Mona Lisa yang kini terdapat di musium Louvre Paris. Sebuah spekulasi yang beredar tentang siapa sesungguhnya Mona Lisa antara lain menyatakan bahwa citra perempuan tersebut merupakan hasil rekaan wajah Da Vinci sendiri. Spekulasi yang lain menyatakan bahwa perempuan tersebut memang pernah ada, seorang istri pedagang.









Leonardo da Vinci wafat di Clos Lucé, Perancis pada tanggal 2 Mei 1519, dan dimakamkan di Kapel St. Hubert di kastel Amboise, Perancis.



Setelah wafatnya, sangat kuat ditengarai bahwa beliau pernah memegang peranan sebagai orang terkuat di sebuah organisasi rahasia bernama Priory of Sion yang berlaskarkan Knights Templar. 




Banyak fakta mengarahkan pada suatu dugaan bahwa Priory of Sion merupakan sebuah organisasi yang menjaga ketat-ketat rahasia sejarah kristiani menurut versi yang berbeda dari kitab Injil yang beredar di masyarakat. Yang dirahasiakan adalah mengenai siapa mesias yang sesungguhnya dan kemungkinan Yesus tidak menjalankan hukum selibat. Dalam versi yang sempat menimbulkan kontroversi ini diyakini bahwa Mesias yang sesungguhnya adalah Santo Yohanes Pembaptis, hal tersebut tersirat dari kekerapan Da Vinci melukis Sang Santo dalam posisi telunjuk menuding ke atas sebagai simbolisasi ‘Putra Allah’. 










Kegeniusan Leonardo terlihat dari banyaknya bidang yang ia kuasai. Ia adalah pelukis, pematung, penemu, peneliti, ahli per­me­sin­an, ahli anatomi, matematika, ahli tumbuh-tumbuhan dan binatang, optik, aerodinamik, bahkan pemusik handal. Ia belajar tanpa ada batasnya. Tentu saja ini tidak berat karena ia tidak bekerja keras, ia hanya “bersenang-senang”. Untuk melukis manusia, ia secara khusus mem­pelajari anatomi tubuh manusia.






 Leonardo mungkin adalah pem­belajar paling gila. Saat mempelajari anatomi, ia suka pergi malam-malam, membongkar kuburan, dan mengambil mayat orang tidak dikenal yang sudah hampir busuk dan mem­bedahnya. Kadang ia melakukannya di rumah sakit yang memberinya izin. Ia benar-benar ingin tahu mengapa tubuh manusia berbentuk seperti itu. Dengan begitu, ia bisa makin detail dalam membuat lukisannya.



“I have offended God and mankind

because my work didn’t reach the quality it should have.”

Leonardo da Vinci



MASTERPIECE



Leonardo tidak ingin membuat sebuah karya, tetapi ia ingin menciptakan sebuah Mahakarya, A Masterpiece. Sebuah karya seni dengan komposisi warna-warni yang begitu indah dengan detail yang nyaris sempurna seperti aslinya, sehingga semua yang melihatnya akan terpesona dan tersentuh hatinya. Tapi itu bukan yang utama..



Karyanya adalah persembahannya yang setinggi-tingginya kepada Tuhan. Leonardo ingin membuat karya yang begitu indahnya, sehingga bahkan Tuhanpun akan senang hati melihatnya. Sepanjang hidupnya tidak kurang 30 mayat yang ia bedah dan pelajari. Memang menjijikkan, tetapi jijik pun sebenarnya bukan masalah yang besar dan penting diban­ding­kan keagungan karyanya dan juga kemajuan ilmu anatomi manusia.



Sejak kecil, ia suka membaca di perpustakaan milik ayahnya di Florence. Saat dewasa, Leonardo mampu memiliki perpustakaan sendiri dengan banyak koleksi buku termasuk dari Dante dan Petrarch. Subjeknya juga beragam mulai dari matematika, anatomi, pengobatan, hingga buku-buku tentang peperangan. Dari sana pengetahuannya jadi makin luas dan tajam. Leonardo juga seorang visioner. Ia misalnya telah membayangkan mesin terbang seperti helikopter, kendaraan dengan pelindung besi (seperti tank), atau kapal yang bisa bergerak di bawah laut. Ia bahkan mendesain manusia mekanik yang dikenal sebagai Robot Leonardo, rancangan “robot” yang sering dianggap robot pertama dalam sejarah.





 Rahasia Lukisan Monalisa




Akan tetapi, karya terbesarnya tentu saja adalah Monalisa. Lukisan wanita cantik ini merupakan puncak dari segala ilmunya tentang pewarnaan, cahaya, perspektif, dan tidak lupa anatomi tubuh manusia.



Pada lukisan itu, ia menggunakan teknik melukis yang sangat tinggi dan sulit ditiru, sfumato, sebuah teknik yang membuat lukisan terlihat seperti berkabut, tidak fokus, dengan transisi antar-warna yang luar biasa lembut dan halus. Monalisa terlihat begitu hidup, bahkan senyumannya pun mengundang penasaran dari semua orang yang melihatnya hingga sekarang.



Mengapa Monalisa tersenyum? Mengapa ia terlihat begitu bahagia? 








Para ilmuwan telah menemukan misteri lain dari lukisan Mona Lisa yaitu dengan menentukan bagaimana Leonardo Da Vinci melukis kulitnya dengan sempurna.



Dengan menggunakan teknik X-ray, tim "mengupas" lapisan lukisan yang terkenal itu untuk melihat bagaimana master pelukis Italia itu lulus membuatnya sehingga hampir tidak kelihatan perubahan warna dari terang ke gelap.



Teknik yang digunakan oleh Da Vinci dan beberapa pelukis Renaisans lainnya untuk mencapai kehalusan ini disebut "Sfumato," dengan penguraian seperti itu memungkinkan para ilmuwan untuk menentukan komposisi dan ketebalan lapisan cat.



Philippe Walter, seorang ilmuwan senior di du Laboratoire , Paris Centre de halus et de Restorasi des Musees de France, mengatakan kepada CNN: "Ini akan membantu kita untuk memahami bagaimana Da Vinci membuat bahan lukisannya dan perbandingan campuran minyak yang dicampur dengan pigmen, sifat dari bahan organik, yang akan membantu para sejarawan seni. "



Walter dan rekan-rekannya menggunakan X-ray fluorescence (XRF) spektrometri untuk menentukan komposisi dan ketebalan setiap lapisan cat dari lukisan Mona Lisa di Museum Louvre di Paris, lukisan yang dilindungi oleh antipeluru itu. Seni sejarawan percaya lukisan itu dilukis oleh Da Vinci di tahun 1503.



Mereka menemukan ada beberapa lapisan tipis, satu atau dua mikrometer dan bahwa peningkatan ketebalan lapisan untuk 3-40 mikrometer di bagian-bagian yang lebih gelap dari lukisan itu. mikrometer adalah 1 / 1000 dari satu milimeter.



Hal ini menandai adanya satu teknik lukisan yang menggunakan lapisan es, memiliki lapisan yang sangat tipis , untuk membangun bayangan di wajah.



Cara Da Vinci melukis tubuhnya, "transisi melunak nya," adalah pekerjaan perintis di Italia pada akhir abad ke-15, mengatakan para peneliti, dan dikaitkan dengan kreativitas dan penelitian untuk memperoleh formulasi cat baru.



Walter mengatakan "hampir tidak sapuan kuas pada lukisan Mona Lisa yang kelihatan."



Penelitian yang dilaporkan dalam jurnal Angewandte Chemie, juga melihat beberapa lukisan Da Vinci lainnya dan akhirnya dapat membantu untuk menentukan kapan dan bagaimana ia melukis beberapa karya nya.



Namun, Walter, menambahkan: "Masih banyak misteri seputar Mona Lisa ini yang tidak kami mengerti mengapa ia melukis, tentang motivasinya, hanya tentang materi.."







Virgin of the Rocks








Pemugaran lukisan berjudul "Virgin of the Rocks" berhasil mengungkapkan detail-detail yang selama ini sulit untuk dilihat secara kasat mata. Pemugaran itu juga menunjukkan bahwa lukisan tersebut dibuat sendiri oleh sang maestro, Leonardo da Vinci, tanpa bantuan asistennya, seperti yang sering diduga.



Demikian menurut pengelola museum National Gallery di London, Inggris, Rabu 14 Juli 2010. Museum itu mengerahkan tim untuk memugar lukisan Virgin of the Rocks, yang membutuhkan waktu selama 18 bulan.



Pemugaran itu diantaranya membersihkan lapisan pernis pada lukisan yang kualitasnya sudah jauh menurun sejak terakhir dipugar di penghujung dekade 1940-an sehingga membuat lukisan terlihat buram.



Pembersihan pernis lama tersebut memungkinkan para pakar untuk melihat lebih dekat goresan-goresan asli da Vinci melalui kuas. Pembersihan itu mengungkapkan gaya melukis da Vinci, terutama di bagian-bagian yang gelap. Ini memberi kesan bahwa da Vinci membuat goresan-goresan yang khas pada gambar bebatuan.



Restorasi itu juga menegaskan bahwa da Vinci tampaknya melukis sendirian dan sengaja membuatnya tidak selesai.



Proyek pemugaran menunjukkan adanya bekas sketsa tangan pada gambar malaikat hingga gambar kepala tokoh-tokoh utama di lukisan itu. Ini konsisten dengan karya-karya da Vinci lainnya.



Dikenal sebagai "perfeksionis sejati," da Vinci diduga meninggalkan lukisan itu dalam keadaan belum selesai karena saat itu dia berharap bisa menyelesaikannya di lain waktu. Demikian ungkap juru bicara museum, Thomas Almeroth-Williams.



Di masa lampau, para cendekia yakin bahwa da Vinci dibantu oleh sejumlah asisten saat mengerjakan Virgin of the Rocks. Ini berdasarkan asumsi adanya guratan-guratan yang terlihat berbeda.



Lukisan itu diduga dibuat antara 1491 hingga 1508. Pada 2005, menggunakan teknologi infra merah, para pakar menemukan dua bentuk sketsa yang tersembunyi di bawah permukaan lukisan. Bentuk yang satu tidak pernah dilukis, sedangkan yang lain mengungkapkan bahwa da Vinci berulang kali berubah pikiran atas subyek yang ingin dia gambar.







Da Vinci Code






The Da Vinci Code adalah sebuah novel karangan Dan Brown seorang penulis Amerika dan diterbitkan pada 2003 oleh Doubleday Fiction . Buku ini adalah salah satu buku terlaris di dunia dengan 36 juta eksemplar (hingga Agustus 2005) dan telah diterjemahkan ke dalam 44 bahasa, termasuk Indonesia. Di Indonesia diterbitkan oleh penerbit Serambi Ilmu Semesta  pada tahun 2004.



Menggabungkan gaya detektif, thriller dan teori konspirasi, novel ini telah membantu mempopulerkan perhatian terhadap sebuah teori-teori tentang legenda Piala Suci (Holy Grail) dan peran Maria Magdalena dalam sejarah Kristen - teori-teori yang oleh Kristen dipertimbangkan sebagai ajaran sesat
dan telah dikritik sebagai sejarah yang tidak akurat.



Buku ini adalah
bagian kedua dari trilogi yang dimulai Dan Brown dengan novel Malaikat dan Iblis (Angels and Demons) pada tahun 2000, di mana diperkenalkan karakter Robert Langdon. Pada November 2004, Random House menerbitkan "Edisi Spesial Ilustrasi", dengan 160 ilustrasi yang berselingan dengan teks.

Buku ini dibuka dengan pengakuan Dan Brown bahwa "Semua deskripsi
karya seni, arsitektur, dokumen, dan ritus rahasia dalam novel ini
adalah akurat," walaupun klaim ini diperdebatkan oleh para sarjana
akademisi dalam diskusi-diskusi.



Dalam buku fiksi Dan Brown yang sangat terkenal, “The Da Vinci Code”
(2003), lukisan The Last Supper, dikatakan mengandung misteri terbesar
dalam sejarah umat Kristen yang dijaga ketat, bahkan dengan nyawa para
pelindungnya selama beribu-ribu tahun .



Leonardo banyak
menghasilkan karya seni dan berbagai desain yang menakjubkan lainnya
sebelum meninggal pada 2 Mei 1519. Hingga sekarang, bahkan Einstein dan
Isaac Newton pun dianggap tidak sanggup menyamai kegeniusan Leonardo da
Vinci.






Kisah tentang sang Masterpiece tentunya tak ada habis-habisnya jika
kita bahas. Kejeniusannya beliau sehingga beliau termasuk aliran High
Renaissance. Artikel yang saya buat kali ini mungkin tidak akan jauh
berbeda dengan artikel-artikel yang lain yan menulis tentang Da Vinci
sendiri. Anggap saja ini adalah rangkuman dari kisah beliau sebagai bentuk kekaguman saya terhadap beliau ...



(hawkson)






 

Tuesday, July 27, 2010

Monyet di Latih Menembak di Taliban !!! Fakta atau Gurauan ?


Ternyata, bukan hanya manusia saja yang bisa dilatih untuk berperang. Di Taliban, diberitakan bahwa mereka tengah mempersiapkan pasukan khusus untuk bisa membantu melawan tentara Amerika Serikat. Saya menyebutnya 'Monkey Army'. Kenapa ? Karena yang dilatih memegang senjata dan berperang adalah Monyet. Benarkah?





Dilansir dari situs laman China yang cukup menghebohkan,  People Daily yang memberitakan bahwa Taliban tengah mempersiapkan pasukan khusus yang beranggotakan 'monyet - monyet' untuk bisa memegang senjata dan menembaki tentara Amerika Serikat.





Apa yang terlintas di pikiran anda ?





Seekor monyet, berpakaian tentara dan bisa  memegang senjata ?







Keren Bukan..?





Diberitakan juga bahwa monyet-monyet ini dilengkapi dengan senjata Kalashnikov, senjata mesin Bren, dan mortir,
para monyet diajarkan mengenali dan menembakkan senjata ke sasaran
manusia yang mengenakan seragam militer AS.


 


Wah-wah.. sungguh menggelikan bukan  brother and sister sekalian...? 





Dan ini kutipan lainnya dari People Daily.





"Sumber anggota senior militer AS telah dikonfirmasi soal eksistensi
tentara monyet Taliban, ahli militer menyebut monyet bersenjata sebagai
'teroris monyet'"


 


People Daily mengklaim AS pernah melakukan hal yang sama di tahun 1960-an.

"Antara
tahun 1960-an dan 1970-an, Central Intelligence Agency (CIA) melatih
'tentara monyet ' bersenjata untuk dikirim dalam Perang Vietnam."

Soal
keberadaan tentara monyet, itu  tidak ada dalam salah satu dari 90.000
dokumen perang Afganistan yang bocor melalui situs WikiLeak.







 








 


 


Fakta





Menurut para ilmuwan, sepertinya sangat tidak mungkin untuk melatih hewan, bahkan makhluk primata non-manusia sekalipun.





"Monyet bisa dilatih untuk mematikan lampu, membuka kran air, dan hal-hal lainnya, tapi pada akhirnya mereka malahan  merusaknya," kata William
Mason, psikolog dan profesor emiretus di Universitas California, Davis. Seperti yang  dikutip dari laman 
LiveScience .


 




 


Melalui juru bicara kedutaan china, Wang Baodong menegaskan bahwa  pemerintahnya harus menerapkan aturan tegas pada medianya untuk tidak sembarangan memuat berita.."Pemerintah China secara tegas mengatur bahwa organisasi media China
harus melaporkan secara jujur, objektif dan adil dengan mentaati kode
etik profesi."


 


 


 Jadi sangatlah tidak mungkin makhluk primata seperti monyet bisa dilatih memegang senjata untuk berperang. Media China mungkin bisa menulis berita HOAX untuk sekedar membuat bualan/gurauan semata  agar kita bisa terbahak-bahak medengarnya.
Tetapi suatu saat nanti mungkinkah akan ada generasi makhluk primata lain yang  benar-benar bisa berperang melwan manusia ....? 


 




 


 (hawkson)



Monday, July 26, 2010

UFO yang tertangkap kamera dari Pesawat Terbang

Sebuah objek tak dikenal tertangkap kamera dalam penerbangan di Rio de Janerio, Brasil.

Benarkah objek tersebut adalah sebuah UFO ?


Dalam melakukan perjalanan liburan Mr. Henrique Costa yang berada dalam pesawat, sedang melintas di ibukota Brasil, Rio de Janerio.


Dari dalam pesawat beberapa penumpang melihat objek tersebut , dan yang terlihat adalah objek berbentuk sebuah bola cahaya, bahkan sangat mirip bola. Beberapa
penumpang berteriak ketakutan karena mereka merasa pesawat
terlalu dekat dengan objek yang tidak diketahui, dan ada kemungkinan
terjadi tabrakan



Menurut laporan penumpang, objek tersebut seperti terbang manuver  ke awan, tapi terus mengikuti pesawat selama sekitar dua menit.







 Ini Foto dari objek yang berhasil tertangkap kamera.













 


 




 


Menurut informasi kamera, foto-foto itu diambil di 03:40, 14 Juli 2010 dan Kamera yang digunakan adalah Nokia, 3120 Classic. 


 


 


UFO ?


Dari foto yang terlihat, sekilas objek tersebut hampir dipastikan hanya sebuah gumpalan awan kecil yang secara  'kebetulan'  berbentuk bundar dengan permukaan putih bersih(layaknya awan pada umumnya) , dan juga kenapa bisa menjadi pusat perhatian, karena secara 'kebetulan' juga, terbentuknya awan ini hanya satu/sendirian (tidak ada awan disekelilingnya).





Dan jika dikatakan bahwa beberapa penumpang berteriak ketakutan, bisa saja hanya untuk menambah kesan bahwa objek itu adalah sebuah UFO.


 


Bukankah bentuk awan jika kita melihatnya dari dalam pesawat sangat beraneka ragam?


 


Tetapi benar atau tidaknya hal ini, kita tidak bisa memastikannya lebih jauh karena informasi  yang terbatas.











Berikut ini adalah foto lain yang tertangkap kamera dalam pesawat terbang.


 




 


Penerbangan RyanAir dari Portugal menuju Inggris bulan May kemarin


 


Apakah kalian bisa mendefinisikan objek apa itu ?








 


 (hawkson)


 



 
























Thursday, July 8, 2010

Kemunculan 'The Phantom Black Dog' (Anjing Hitam)


Mitos kemunculan anjing hitam besar dan laporan-laporan keunculannya dikaitkan dengan kekuatan supranatural dan mistis. Dari novel karya sir Arthur Conan Doyle hingga Harry Potter dan segelintir karya-karya besar lainnya menceritakan tentang adanya sosok makhluk besar dan berhubungan dengan kematian. Apakah kisah-kisah semacam ini hanya fiksi belaka ?. 


 


Dalam laporan beberapa tahun terakhir ini telah terus muncul laporan dari penampakan Anjing Hitam seperti sosok serigala. Sekarang ahli zoologi dan pakar di bidang paranormal menyerukan penyelidikan untuk membuktikan eksistensi mereka.


 


 




Richard Freeman, direktur zoologi di Pusat Fortean Zoologi di Bideford, Devon, berkata Black Dog telah dilaporkan di Britania, di Eropa dan di Amerika Selatan. Dia berkata: "Aku akan memberikan dukungan bagi penyelidikan secara menyeluruh untuk menyelidiki keberadaan mereka.

"Jika salah satu bisa ditangkap entah dalam bentuk film atau direkam dengan kamera thermal mungkin memberi kita petunjuk dengan sifat makhluk-makhluk ini." Sebuah laporan dalam rincian Countryfile bulan ini majalah legenda lebih dari selusin Black Dog dengan nama liar seperti si anjing Yell dari Devon, Anjing Lean dari Tring, yang Padfoot dari Wakefield, Anjing Gurt dari Quantocks, Mauthe Dhoog dari Isle of Man dan Gwyligi of Wales.

Dr Simon Sherwood, dosen senior di bidang psikologi, direktur Pusat Studi Psikologis Proses anomali di University of Northampton, berkata: "Kemunculan dari Anjing Hitam tentu tidak hanya berupa cerita legendaris dari ratusan tahun yang lalu. Saya masih menerima laporan dari orang-orang yang telah mencari informasi mengenai penampakan serupa dan telah melaporkannya di website saya.

"Saya mungkin telah dikumpulkan sekitar 50 atau 60 laporan dari seluruh dunia selama 10 tahun terakhir ini dan beberapa di antaranya penampakan baru."

Berikut ini beberapa laporan yang tercatat :


Lokasi: Alveston (Warwickshire) - Exact lokasi tidak dikenal

Komentar lebih lanjut: Charles Walton (orang yang sama yang dibunuh di Lower Quinton ) mengklaim telah melihat hantu anjing hitam  untuk beberapa malam berturut-turut, pada malam terakhir nerikutnya, bukannya anjing, ia melihat kemunculan seorang wanita tanpa kepala. Beberapa hari kemudian ia segera mendengar bahwa adiknya telah meninggal di sekitar waktu yang sama dengan penampakan terakhir. 


 


Lokasi: Baildon (Yorkshire)



Komentar: Anjing besar dengan mata yang sangat menakutkan menghantui daerah ini. 


 


 


Penampakan dari Black Dog telah dilaporkan di seluruh Inggris sejak awal 1500 sampai hari ini. The Black Dog sering digambarkan sebagai anjing hitam besar ukuran sapi atau beruang, dengan cakar yang besar, taring, bulu kusut atau kusut dan mata merah menyala.


 

Anjing hitam (The Phantom Black Dog) adalah nama yang banyak ditemukan terutama dalam cerita rakyat dari Kepulauan Inggris . Black dog  yang menampakkan dirinya di malam hari , sering dikatakan berhubungan dengan Iblis , dan dianggap sebagai suatu pertanda kematian. Hal ini dikarenakan bentuk tubuhnya yang lebih besar dari anjing normal dan memiliki sepasang mata yang bersinar dan dianggap menyeramkan.










Illustrasi The Phantom Black Dog





Asal - Usul


Asal-usul Black Dog sebenarnya sangat sulit untuk diselidiki. Tidak mungkin untuk memastikan apakah makhluk itu berasal dari Celtic atau Jerman karena berkaitan dengan unsur dalam budaya Inggris. 


 




 


Sepanjang mitologi Eropa , Black Dog telah dikaitkan dengan kematian.















Cerberus dalam bahasa Yunani dan mitologi Romawi, adalah anjing berkepala multi yang penjaga gerbang Hades, untuk mencegah mereka yang telah menyeberangi sungai Styx dari yang pernah melarikan diri. Cerberus ditampilkan dalam banyak karya sastra kuno Yunani dan Romawi dan dalam karya seni kuno dan modern dan arsitektur. Seperti kebanyakan makhluk dari mitologi klasik, gambaran dan latar belakang sekitarnya Cerberus sering berbeda di berbagai karya oleh penulis yang berbeda zaman itu, perbedaan yang paling menonjol menjadi nomor kepala, sedangkan sumber-sumber yang paling menggambarkan atau menggambarkan tiga kepala, yang lain menunjukkan kepadanya dengan dua atau bahkan hanya satu, menunjukkan angka yang lebih rendah jumlah variabel, kadang-kadang setinggi 50.






Black Dog hampir secara universal dianggap sebagai jahat, dan beberapa (seperti Barghest ) dikatakan berbahaya . 


 




 Barghest


 


Tetapi bagaimanapun juga dikatakan bahwa jenis seperti Dog Gurt di Somerset dan Black Dog dari Hanging Hills , dikatakan berperilaku murah hati. 






Satu legenda diceritakan mengatakan tentang pembantaian orang Chumash oleh Yankees di daerah Jalan Creek. Pada awal abad 19, para Chumash yang tidak bergabung dengan para missionaris sedang berusaha untuk melanjutkan cara hidup mereka. Peternak menyalahkan mereka atas kematian ternak dan pencurian ternak. Mereka terpojok dan mengatakan mereka harus pindah. Mereka menolak, dan dalam kebingungan terjadi baku tembak dan pembunuhan.


 


Mereka yang telah menjadi saksi mata melihat makhluk tersebut  dengan ukuran yang sangat besar, ada yang mengatakan sebagai besar sebagai kuda kecil atau kuda poni. Mungkin ini adalah salah satu asal muasal dari kisah kemunculan  sosok anjing hitam yang menggemparkan tersebut.


 




 


 


Memang kisah ini kurang begitu menarik, tapi saya tetap menulisnya karena kemunculannya yang misterius beserta laporan-laporan adanya saksi mata, serta kaitannya dengan mitology dan tercatat dalam legenda dari Kepulauan Inggris bagi saya adalah sesuatu yang 'sekedar' perlu untuk diketahui.





Apakah di derah anda juga terdapat kisah kemunculan makhluk seperti  ini ?





(hawkson)




Tuesday, June 29, 2010

UPDATE:Crop Circle: Ufton, nr Southam, Warwickshire.25th June 2010.

Crop circle yang dilaporkan muncul pada 25 June 2010 baru-baru ini ternyata bukan hanya muncul Di White Sheet Hill, Nr Mere,Wiltshire tetapi muncul juga di kawasan Ufton, nr Southam, Warwickshire. Dan Berbentuk  "ALL SEEING EYE"?







Crop Circle: Ufton, nr Southam, Warwickshire.25th June 2010






























Image by John Montgomery 


































Image by Sonya Bailey











Ground Shots



















































Apakah pola crop circle ini ingin menunjukkan Bintik Matahari atau sebuah Badai Tropis..?









Diagram













untuk crop circle yang muncul di White Sheet Hill, Nr Mere, Wiltshire, pada tanggal yang sama bisa anda lihat di : Vahn Saryu





Update (Penambahan Foto)



Sebenarnya update-nya hanya berupa penambahan foto saja. Yang menariknya, di salah satu foto tertangkap sesosok 'bayangan transparan' di area ground shots crop circle ini. 




Image by Andrew Pyrka















 Perhatikan sosok 'bayangan' yang tertangkap kamera dan telah ditandai tersebut.




Anda mempercayainya.....? Haha ... Saya kembalikan kepada anda...



(hawkson)





(cropcircleconecctor)