Showing posts with label Tempat Misterius. Show all posts
Showing posts with label Tempat Misterius. Show all posts

Monday, July 31, 2017

Ekspedisi Menuju Benua ke-8 yang "Hilang" Dimulai


Lebih dari 30 ilmuwan akan bergabung dalam ekspedisi yang bertujuan untuk menjawab banyak pertanyaan tentang Zealandia, benua ke-8 yang baru ditemukan.



Ekspedisi Menuju Benua ke-8 yang ''Hilang'' DimulaiPeta Benua Zealandia. (Alexrk/Wikimedia Commons)



Masih ingatkah Anda, beberapa saat yang lalu, benua baru bernama Zealandia telah ditemukan di timur Australia. Kini, para ilmuwan tengah mempersiapkan sebuah ekspedisi menuju benua yang 'hilang' tersebut.


Ekspedisi 371 yang didanai oleh National Science Foundation dan International Ocean Discovery Program bertujuan untuk menjawab banyak pertanyaan tentang Zealandia. Lebih dari 30 ilmuwan akan bergabung dalam ekspedisi pada tanggal 27 juli ini. Selama dua bulan mereka akan berada di JOIDES Resolution, sebuah kapal khusus pengeboran ilmiah.


Tim akan mengunjungi 6 lokasi di Laut Tasman antara Australia dan Selandia baru untuk mengebor inti sedimen dan batuan dari kerak bumi. Masing-masing inti akan berada di antara kedalaman 300 meter dan 800 meter. Ini artinya peneliti dapat meneliti kembali ke masa lalu hingga puluhan juta tahun silam.


"100 juta tahun yang lalu, Antartika, Australia dan Zealandia adalah satu benua," kata Gerald Dickens, peneliti yang bergabung dalam ekspedisi ke Zealandia seperti yang dikutipd dari Live Science 18 Juli 2017.


Dia melanjutkan, sekitar 85 juta tahun yang lalu Zealandia memisahkan diri dan untuk sementara waktu, dasar laut di antara Zealandia dan Australia terpisah.


Setelah pergeseran ini, area antara kedua benua tertekan. Namun, sekitar 50 juta tahun yang lalu, lempeng Pasifik di bawah Selandia Baru mengangkat kedua pulau, membentuk serangkaian gunung berapi di Pasifik, dan melepaskan tekanan di kerak laut di antara kedua benua.


"Yang ingin kami pahami adalah mengapa dan kapan berbagai tahap dari pengenduran itu terjadi," ungkap Dickens.


Adanya penelitian ini bisa mengungkap bagaimana arus laut dan iklim berubah saat itu.


Zealandia merupakan benua yang mencakup Selandia Baru dan Kaledonia Baru sehingga luasnya sekitar 5 juta kilometer persegi. Namun, 94 persen dari wilayah benua itu berada di bawah permukaan laut. Hanya sebagian pulau-pulau kecil di sekitarnya saja yang ada di permukaan.


Argumen soal bagaimana Zealandia terbentuk didasarkan pada beberapa bukti. Batu-batu di bawah dasar laut di lepas pantai Selandia Baru terdiri dari berbagai jenis batuan purba yang hanya ditemukan di benua.


Bagian yang menonjol dari benua Zealandia juga lebih dangkal daripada permukaan kerak samudra di dekatnya. Lalu, sampel batuan menunjukkan lapisan tipis kerak samudra yang memisahkan Australia dengan Zealandia.


Semua faktor ini menunjukkan bahwa daerah bawah laut di sekitar Selandia Baru membentuk sebuah benua.





(Monika Novena/Kompas.com)


Sunday, July 1, 2012

Fenomena Lingkaran Misterius Fairy Circles Namibia, Afrika


Salah satu fenomena paling misterius di Afrika masih tidak dapat dijelaskan meskipun telah 25 tahun lebih para ilmuwan melakukan penelitian untuk mengungkapnya.




Lingkaran-lingkaran yang terbentuk di padang rumput ini dapat ditemukan sekitar 100 mil ke pedalaman, di sebuah gurun yang membentang 1.500 km sebelah selatan dari Angola. Wilayah itu termasuk yang paling terpencil dan termasuk kategori wilayah yang tidak ramah di planet ini. Para peneliti selama 22 tahun rela menghabiskan waktunya di padang ini demi mencari tahu penyebab yang terjadi. 





Fairy Circle


Di Namibia barat daya Afrika, padang rumput 'jarang' yang tumbuh di tanah berpasir dan dibawah curah hujan antara 50 dan 100 mm per tahun yang diselingi oleh ribuan rumput yang melingkari tempat/tanah kosong, dan biasanya dikelilingi oleh  rumput tinggi sehingga berbentuk seperti cincin. Fenomena ini disebut "Fairy Circle" karena menurut penduduk setempat disebabkan  oleh para dewa alam, roh atau peri.  Tapi dengan penyebab ilmiah yang tidak diketahui, walaupun sejumlah hipotesis telah diajukan.






Fairy Circle






Fairy Circle





Fenomena ini sekilas hampir mirip dengan Crop Circle, tapi sangat berbeda. Pada crop circle, tumbuhan/rumput yang berbentuk pola, itu memiliki karakteristik rumput yang bengkok seperti di rebahkan.

Baca postingan-postingan terdahulu tentang Crop Circle : 












Pada Fairy Circle, pola-pola ini terbentuk seolah-olah tanah yang ada membentuk lingkaran dan tidak bisa ditumbuhi rerumputan. Selama penelitian, para ilmuwan telah mengeluarkan hipotesis, seperti  benih dari tanaman beracun yang mengakibatkan kerusakan pada tanah. Akan tetapi dari percobaan yang dilakukan, tidak ada satupun yang bisa mendukung untuk memperkuat hipotesis yang ada. 










Iklim di Namibia sangat kering, dengan musim dingin ringan dan musim panas yang sangat panas (suhu rata-rata bulanan: musim dingin ~ 11 ° C, musim panas ~ 25 ° C). Curah hujan tahunan rata-rata adalah 70-80 mm, terutama pada saat terjadi badai konvektif selama musim panas (Desember-Mei) yang berasal uap air dari Samudra Hindia. Pada tahun 2011, tahun yang sangat basah, curah hujan mencapai 335 mm akibat hujan luar biasa berat selama Januari sampai Maret. Hampir tidak ada hujan jatuh antara bulan Mei dan Januari.










Foto-foto Satelit 




Citra Satelit








Menurut para peneliti, lingkaran-lingkaran ini juga tercipta dengan sendirinya dan alami terjadi yang di awali dari rumput yang tumbuh, beberapa waktu kemudian area rumput yang berada di tengah-tengah akan mati. Proses terciptanya Fairy Circle bisa dilihat pada gambar.












Dr. Walter R. Tschinkel


 


Dr. Walter R. Tschinkel Professor of Biological Science dari Florida State University mencoba memberikan penjelasan tentang fenomena ini. Dia berkata bahwa apa yang menyebabkan pola seperti bercak-bercak pada tanah ini disebabkan oleh RAYAP. Adanya gas  tertentu yang terdapat dalam rayap tanah, bisa menyebabkan rumput-rumput mati secara misterius karena dibawah tanah tempat terjadinya bercak fairy circles merupakan koloni dari para rayap. Akan tetapi, lagi-lagi beliau tidak bisa membuktikan fenomena sebenarnya yang terjadi. 





.

















Sesungguhnya Walter Tschinkel tidak mungkin telah memecahkan misteri 
 Fairy Circle , tetapi ia dapat memberitahu fakta mengejutkan bahwa lingkaran-lingkaran tanaman ini hidup (artinya bisa berjangkit ke rumput-rumput yang lain). Puluhan ribu formasi berupa bercak-bercak tanah, dengan diameter 2 sampai 12 meter padang rumput dari bagian selatan Angola ke utara Afrika Selatan, batas-batas mereka sering ditandai dengan pinggiran tinggi rumput. 









Fairy Ring


Selain  Fairy Circle, ada juga yang disebut Fairy ring. Fairy Ring adalah sebuah formasi lingkaran berbentuk cincin yang terjadi secara alami dari tumbuhan  jamur










Fairy ring  atau Cincin Peri  juga menempati tempat yang menonjol dalam cerita rakyat Eropa sebagai lokasi gerbang ke kerajaan peri, atau tempat dimana para  elf berkumpul dan menari. Menurut cerita rakyat, sebuah cincin peri muncul ketika peri-peri, atau elf muncul. Dan fenomena Ini akan menghilang tanpa jejak dalam waktu kurang dari lima hari.




















Jika benar Fairy Ring adalah gerbang/gateaway dari dunia peri, saya minta izin anda para pembaca untuk tidur dan bermimpi sebentar agar bisa bertemu dengan Tinkerbell. 








(hawkson)










Sunday, June 24, 2012

Misteri Kuil Gobekli Tepe - Kuil tertua di Dunia?


Selain Stonehenge yang misterius dan terdiri dari batu-batu raksasa yang disusun dengan rapi sehingga menuai berbagai macam kontroversi hingga saat ini. ternyata ada juga situs serupa dan diklaim berusia lebih tua dari usia Stonehenge dan beredar rumor bahwa situs tersebut memiliki hubungan dengan Taman Firdaus/ Taman Eden(Kristiani) - Surga 'Adnin atau Jannatul 'Adnin (Islam). Benarkah ?






*nb: "sebelumnya izinkan saya untuk mencantumkan nama tempat yang ada dalam history. Tentu saja disini saya tidak akan berbicara lebih jauh dan menghindari, apalagi mengkaitkan hal ini tentang keagamaan tertentu untuk menghindari kontroversi." 


Sebab,"saya yakin para pembaca Blog Saya adalah orang-orang cerdas dan menghargai perbedaan." - Hawkson 








Göbekli Tepe


Pada tahun 1994, penemuan arkeologi mengagumkan terjadi di Turki selatan, di utara perbatasan dengan Suriah. Monumen Tiga lingkaran batu megalitik yang terkubur selama ribuan tahun yang lalu berada di puncak bukit yang disebut Göbekli Tepe








Göbekli Tepe
















Göbekli Tepe adalah suatu tempat yang bisa kita sebut sebagai Kuil yang terletak 15 km sebelah timur laut kota Şanlıurfa (Urfa) di Turki tenggara. Dan Kuil ini dianggap sebagai kuil tertua yang pernah ada di dunia. 














Yang mengejutkan adalah tentang perdebatan dari usia Kuil Tiga Lingkaran Batu Raksasa ini.  Menurut para arkeolog, usia dari Kuil  Gobekli Tepe adalah beberapa ribu tahun lebih tua dari lingkaran batu pertama yang ada di Stonehenge (3.500 SM)









Pilar batu  Göbekli Tepe beratnya  sekitar 10 sampai 20 ton,  yang terbesar adalah 50 ton  memiliki tinggi   9m  dengan jarak paling jauh adalah 500 m . Batu berbentuk T memiliki tinggi 3m , meskipun ada juga yang di pusat lingkaran masing-masing lebih tinggi.  












Pembangunan  Göbekli Tepe 


Göbekli Tepe hingga saat ini masih diteliti oleh arkeolog Turki dan Jerman, dan  pertama kali digali pada tahun 1994. Area bukit ini telah lama digunakan untuk pertanian oleh petani lokal.  Pilar  monolitik berbentuk T dihubungkan dengan dinding kasar dan dibangun dengan membentuk struktur oval. Seperti sebuah bangku rendah di sekitar dinding dengan diameter antara 10m dan 20m dan diperkirakan adalah struktur tertua yang dibangun pada 9.000 SM. 











Tahap pembangunan periode kedua diperkirakan sekitar 7500-6000 SM yang menempatkan itu dalam era Pra-Tembikar. Beberapa kamar atau ruangan berbentuk persegi panjang dengan lantai kapur telah membantu para arkeolog untuk memecahkan usia pembangunan Kuil ini.. Lingkaran batu yang sama dan berbentuk T monolit ditemukan di Karahan Tepe yang  terletak dekat Sogmatar di Dataran, Harran C. 9 000 SM dan pada Nevalý Cori yang diperkirakan berusia 500 tahun lebih muda lagi dari Göbekli Tepe. Struktur dari Göbekli Tepe di puncak bukit tampaknya menjadi pusat kultus yang bisa menampung banyak orang.





















Kontroversi Gobleki Tepe dan Taman Eden(Kristiani) - Surga 'Adnin atau Jannatul 'Adnin (Islam).




UK Daily Mail says the temple stones at Gobekli Tepe might be the greatest archaeological discovery ever, "a site that has revolutionised the way we look at human history, the origin of religion - and perhaps even the truth behind the Garden of Eden.

Nat Geo says, "We used to think agriculture gave rise to cities and later to writing, art, and religion. Now the world’s oldest temple suggests the urge to worship sparked civilization."






Tidak ada jejak tanaman peliharaan atau hewan yang telah ditemukan di Göbekli Tepe atau di wilayah setempat. Menurut perkiraan arkeolog, cara bertani berasal dari Mesopotamia 9500-10.000 SM dan bahkan lebih awal pada 13.000 SM di tepi sungai Nil. Jenis Gandum tertua telah ditemukan di gunung hanya 20 mil jauhnya dari Göbekli Tepe. Gandum jenis inilah yang merupakan tolak ukur dari perhitungan para arkeolog. 







Ilustrasi Taman Eden






Kontroversi asal-usul Göbekli Tepe dan wilayah sekitarnya adalah realitas historis yang dikaitkan dengann keberadaan Taman Eden(dalam Kristiani) - Surga 'Adnin atau Jannatul 'Adnin (dalam Islam). Arkeologi di Suriah dan Turki telah menetapkan bahwa wilayah yang kemudian dikenal sebagai 'bulan sabit yang subur' itu diperkirakan menjadi sangat subur segera setelah zaman es terakhir berakhir. Lingkungan itu sangat kaya, dipenuhi kawanan binatang liar yang sangat besar, dan tanaman dan makanan yang mudah diperoleh. 






Archeoastronomy atau peneliti Inggris Andrew Collins mengidentifikasi Taman Eden(dalam Kristiani) - Surga 'Adnin atau Jannatul 'Adnin (dalam Islam) sebagai kawasan yang luas yang meliputi Hulu Mesopotamia (Turki Tenggara, Northern Suriah dan Irak Utara). Ia mempercayai bahwa tempat ini adalah salah satu bagian dari Taman Eden(dalam Kristiani) - Surga 'Adnin atau Jannatul 'Adnin (dalam Islam).





Benar atau tidaknya dugaan dari Andrew Collins, hingga saat ini tidak ada seorang manusia'pun yang tahu. 







Fungsi Göbekli Tepe














Selain adanya kontroversi tentang keagamaan, ada juga kontroversi yang cukup mengejutkan dari Göbekli Tepe. Monolit batu di Göbekli Tepe diukir dengan gambar hewan dan pictograms abstrak yang sulit dimengerti. Hewan dan burung dibuat dengan ukiran realistis dan gaya yang canggih. Gambar burung bangkai, seperti ukiran batu, telah ditemukan pada Göbekli Tepe. Karena burung secara tradisional dikaitkan dengan kematian, ini menunjukkan bahwa penggambaran Göbekli Tepe mungkin telah menjadi tempat untuk ritual berkaitan dengan kekuatan spiritual orang mati bagi para leluhur.





Dan menyikap rahasia dimana di masa itu,  orang mati ditempatkan 'di luar' sehingga mereka akan dimakan oleh burung pemakan bangkai, dan kerangka orang yang telah meninggal akan dimakamkan setelah itu.













Awal massa Neolitikum dimana kota-kota seperti Catal Huyuk memiliki citra yang menunjukkan burung bangkai sebagai penjaga. Beberapa pilar berbentuk T di Göbekli Tepe telah diukir berbentuk  tangan manusia, mungkin dalam sikap doa. Seperti diartikan bahwa sosok manusia bisa menjadi dewa, atau nenek moyang, atau gambaran dari manusia dalam keadaan suatu ritual tertentu. 


















Relief aneh selanjutnya adalah relief / ukiran berbentuk ular di bagian belakang kepala manusia dari Çori.Artifact Nevalı difoto di Sanliurfa Museum, Turki. 
















Hingga saat ini,  Gobekli Tepe masih terus diteliti dan digali lebih jauh lagi untuk menyingkap rahasia-rahasia lain yang tidak kita ketahui seperti bagaimana cara membangunnya dan lain sebagainya. Tapi dari hasil penelitian yang didapat saat ini oleh para akeolog, kita bisa mengambil  kesimpulan seperti :



  • Gobekli Tepe(9.000 SM)  diperkirakan merupakan salah satu situs tertua dan berusia lebih tua dari Stonhenge (3.500 SM) . 

  • Göbekli Tepe menjadi tempat untuk ritual berkaitan dengan kekuatan spiritual orang mati bagi para leluhur.

  • Göbekli Tepe menurut para ahli diperkirakan memiliki hubungan dengan Taman Eden(Kristiani) - Surga 'Adnin atau Jannatul 'Adnin (Islam)




Yang jelas hingga saat ini Kita mungkin tidak tahu alasan pasti tentang bagaimana Gobekli Tepe dibangun, atau persis di mana Taman Eden(Kristiani) - Surga 'Adnin atau Jannatul 'Adnin (Islam) berada . 






(hawkson)

















Tuesday, November 22, 2011

Misterius : Struktur-Struktur Bangunan Raksasa Di Bangun di Tengah Gurun, CHINA


Anomali struktur bangunan raksasa misterius tertangkap Google Maps berlokasi di tengah gurun China . Timbul pertanyaan, Apa sebenarnya identitas objek struktur raksasa tersebut ? Mengapa China membangun struktur bangunan raksasa di tengah gurun ? Apa yang sebenarnya tengah di bangun dan direncanakan oleh China ?




Berawal dari Gizmodo yang tengah hangat memperbincangkan tentang anomali struktur bangunan misterius yang tertangkap Google Maps dan itu berada di tengah gurun. Cukup Misterius, sebab struktur-struktur bangunan yang ada memiliki ukuran luar biasa dan berada di tengah gurun.





Citra Foto satellit pertama menunjukkan anomali struktur yang berbentuk jaringan-jaringan bangunan yang cukup rumit. Apakah struktur tersebut adalah area percobaan militer ?






STRUKTUR MISTERIUS PERTAMA


Citra
satelit tampaknya menunjukkan struktur besar logam dengan 3.000 kaki lebar
dan garis-garis bagunan struktur yang cukup rumit. Teori-teori telah berdatangan untuk
mencoba dan menjelaskan apa sebenarnya identitas struktur, termasuk gagasan
bahwa pola ini digunakan sebagai sistem kalibrasi untuk satelit
mata-mata atau bahwa itu adalah bentuk lain dari suatu struktur sistem jaringan komunikasi.







Struktur Pertama






Struktur ini terletak di Dunhuang, Jiuquan, Gansu, utara Sungai Shule, yang melintasi Dataran Tinggi Tibet ke barat ke Gurun Kumtag. Dan meliputi wilayah satu mil panjang dan lebih dari 3.000 kaki. Mungkin struktur tersebut adalah kode
QR untuk " sesuatu " ? Tidak ada yang benar-benar tahu.



Anda dapat melihat sendiri di Google Maps klik di

sini
.



 






STRUKTUR MISTERIUS KEDUA










Struktur Kedua













Struktur kedua tampaknya menjadi semacam grid  raksasa, juga terletak di utara sungai Shule.



Jika
Anda zoom, Anda dapat melihat ada kendaraan-kendaraan atau alat-alat
berat yang  hancur. ni barat dari apa yang tampaknya menjadi stasiun
listrik yang cukup besar atau tampak seperti sebuah stasiun  listrik
atau bekas  stasiun radio yang mirip dengan HAARP dan DARPA.



Anda dapat melihat dengan jelas dengan memasukkan letak kordinatnya pada Google Maps: 40.452107,93.742118 atau bisa langsung mengklik di sini













STRUKTUR MISTERIUS KETIGA



























Struktur Ketiga





Yang ketiga adalah struktur yang cukup aneh , Ribuan garis berbentuk kotak dengan panjang  18 mil . Anda dapat men'zoom untuk melihat dengan jelas di Google Maps dengan kordinat : 44 42'40.81"N 93 31'46.18"E atau bisa langsung klik di sini .







STRUKTUR-STRUKTUR BANGUNAN MISTERIUS YANG LAIN



Di Google Maps, ketika anda mengetik lokasi kordinat : 40.458148,93.393145 maka anda akan dikejutkan oleh struktur yang lain dan mirip dengan pola struktur bangunan pertama. (klik disini)

















Struktur Misterius dengan pola Radial 


Lokasi Kordinat : 40.458679,93.31314

















Lokasi Kordinat :  40.488966,93.50004













Lokasi Kordinat : 40.452107,90.85693359375


































Struktur-struktur bangunan berukuran luar biasa ini cukup misterius. Berada di tengah gurun dan dengan skala raksasa. Apa yang sebenarnya tengah dibangun oleh China? Pangkalan Militer? Stasiun Komunikasi Raksasa ? Atau ada "sesuatu yang lain" ?





Jika anda mengetahui seuatu tentang identitas struktur-struktur tersebut, bisa sangat membantu untuk memecahkan misteri ini.







(hawkson) 






Monday, August 1, 2011

Penemuan Jejak Kaki Raksasa Berusia Ratusan Tahun di Kinilow, Tomohon -


Kali ini hawkson ingin mengajak anda mengikuti informasi yang datangnya dari salah satu daerah di Tanah Air.Warga Kelurahan Kinilow dan Kinilow I, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, kembali dibuat heboh. Namun kali ini bukan berasal dari letusan Gunung Lokon, melainkan terkait penemuan jejak kaki dalam ukuran besar (raksasa). 





Jejak kaki tersebut awalnya ditemukan sejumlah warga setempat secara tak sengaja di kompleks perkebunan Mo’mo Kelurahan Kinilow I, sekitar satu atau dua tahun yang lalu. Namun, oleh mereka penemuan ini seolah tak digubris dan hanya dibiarkan berlalu saja. 










Menurut warga sekitar, usia dari jejak telapak kaki tersebut sudah berusia ratusan tahun yang lalu. Dan ini dia saya berikan kutipan dari informasi berita media lokal setempat.








Harian KOMENTAR, Manado.


Arkeolog Teliti Kaki Raksasa di Kinilow

Penemuan jejak kaki raksasa (panjang 74 cm) di wilayah perkebunan Mo’mo Kinilow I, Kota Tomohon, menarik perhatian Balai Arkeologi Manado Wilayah Sulut, Sulteng dan Gorontalo untuk menelitinya. Balai Arkeologi menilai, Kinilow memiliki potensi kearkeologian yang cukup besar.

“Kinilow memang lokasi yang memiliki potensi kearkeologian. Khususnya zaman megalitik. Pada zaman ini ditandai dengan penggunaan batu untuk prosesi pemujaan atau penguburan. Seperti waruga atau batu dakon,” ungkap Dra Ipak Fahriani, Koordinator Peneliti Balai Arkeologi Manado, Senin (01/08).


Ditanya tentang keaslian tanda telapak kaki, arkeolog wanita ini menyatakan belum dapat dipastikan sebelum dilakukan survei langsung ke lokasi. “Kami tak bisa berspekulasi sebelum melihat langsung ke sana. Tapi besok (hari ini, red) atau lusa (esok), kami secepatnya akan berangkat ke lokasi untuk meneliti,” ujarnya, kemarin.
Ditambahkan Fahriani, di Sulut banyak ditemukan tanah jenis basal (domato) yang mudah dibentuk. “Jadi aspek lingkungan dari lokasi penemuan turut menjadi perhatian kami,” tuturnya seraya mengatakan Balai Arkeologi Manado akan menghubungi pihak kepolisian setempat untuk mengamankan lokasi. 



Sementara itu Kepala Balai Arkeologi Manado Drs Bonny Tooy MSi mengakui, pihaknya baru mengetahui keberadaan cap telapak kaki raksasa tersebut setelah membaca harian ini. “Terima kasih telah memberitakannya. Kami akan segera melakukan survei di sana. Paling cepat besok (hari ini, red),” ujar Tooy.


Ditemui terpisah, tokoh masyarakat Tomohon Judie Turambi SH mengungkapkan, penemuan batu bercap telapak kaki raksasa mungkin dapat dikaitkan dengan legenda Siouw Kurur yang dikenal di kalangan rakyat Minahasa. Di mana dotu Minahasa tersebut digambarkan berbadan besar dan mempunyai 9 lutut. “Selain itu Kinilow memang salah satu perkampungan tua di Minahasa dan yang pertama di Tomohon. Apalagi di seputaran Tomohon, ada satu dua hutan yang tergolong masih hutan perawan atau sangat jarang dimasuki manusia,” ungkapnya.

















Diyakini Berusia Ratusan Tahun






KOMENTAR
Jejak kaki raksasa (panjang 74 cm) yang ditemukan di sebuah batu besar pada sebuah perkebunan di Kelurahan Kinilow I, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, diyakini oleh warga sekitar telah berusia ratusan tahun. Pasalnya, keberadaan jejak kaki itu telah diketahui para orang tua di Kinilow. “Ini (jejak kaki, red) telah lama diketahui oleh kami warga di sini. Bahkan ayah saya saja yang saat ini hampir berusia 100 tahun dan masih hidup hingga kini, pernah mengutarakannya kepada saya soal itu. Cuma dulu belum secanggih sekarang, di mana boleh langsung diabadikan lewat kamera handphone,” ungkap seorang warga Kinilow I kepada Komentar, Senin (01/08) kemarin di lokasi penemuan.


Sedangkan dari informasi dan masukan dari para tokoh adat serta tua-tua kampung, diperoleh informasi bahwa jejak kaki tersebut disinyalir milik dari ‘orang tua’ yang sering dipanggil dengan sebutan Siouw Kurur. Di mana dalam arti harafiahnya yakni sembilan buku (dengkul, red).
Menurut mereka, awalnya orang tua tersebut tidak memiliki nama, namun karena bentuk badannya yang tinggi, sehingga orang zaman dahulu menamakannya demikian, dengan menganalogikan tingginya sama seperti sembilan kali dari tinggi dengkul manusia biasa.


Siouw Kurur ini dilukiskan memiliki tinggi badan hingga enam sampai tujuh meter dan berdiam di hutan Gunung Mahawu. Sementara itu, dari pantauan di tempat penemuan, terlihat sejumlah warga mulai berbondong-bondong mendatangi lokasi dan terlihat penasaran atas jejak kaki raksasa tersebut. Sejumlah kendaraan roda dua dan empat malah terlihat parkir di seputaran perkebunan Mo’mo yang berjarak 1,5 Km dari arah jalan raya Manado-Tomohon.
“Torang kwa penasaran mo lia tu jejak kaki raksasa. Jadi biar bajalan, torang datang. Dan setelah melihatnya kami rasa ini asli dan bukan rekayasa,” ujar Vian P, salah satu warga pengunjung. Menariknya, di lokasi penemuan saat ini sedang dilakukan pelebaran jalan dan tempat tersebut nyaris terkena dampak dari pelebaran ini.
“Waktu pertama kali kita akan melakukan penggusuran, kami telah diingatkan oleh warga. Jika sudah sampai di tempat ini (tempat penemuan, red), kami harus memasang dan meletakkan rokok. Katanya sebagai wujud penghormatan seraya meminta izin untuk melakukan pekerjaan. Kalo nda, tu ekskavator mo rusak, depe gigi mo ancor,” papar seorang pekerja.



BENTUK TIM






Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tomohon Gerardus Herry Mogi saat dihubungi mengatakan bahwa pihaknya akan langsung membentuk tim untuk diterjunkan ke lokasi dan menelitinya. “Kita akan survei dulu, sebab ini baru diketahui lewat pemberitaan di media. Akan ada tim yang dibentuk dan rencananya besok (hari ini, red) tim ini langsung ke lokasi,” ujarnya.
Dikatakannya, untuk menindaklanjuti penemuan ini, pihaknya akan bekerja sama dan secepatnya menghubungi pihak terkait.


“Sebab kalau ini memiliki nilai sejarah, kita akan lapor ke Balai Pelestarian Peninggalan Benda Purbakala, sedangkan kalau memiliki nilai arkeologi, kita hubungi Balai Arkeolog,” terangnya. Di lain pihak, pemerintah setempat dalam hal ini Lurah Kelurahan Kinilow I Hermanus Watung saat ditemui mengatakan bahwa lokasi penemuan jejak kaki tersebut masuk dalam kepolisian Kelurahan Kinilow I.


“Ya, lokasinya di Kelurahan Kinilow I. Ini telah kami ketahui saat melakukan survei serta perintisan untuk pembangunan jalan baru, warga yang menunjukkannya. Sedangkan untuk langkah apa selanjutnya yang akan diambil, saya menunggu perintah dari atasan saya, dalam hal ini Pemkot Tomohon,” kuncinya







Nah, itu adalah kutipan dari informasi media lokal setempat. Tentu saja di setiap daerah memiliki cerita-cerita ataupun legendanya sendiri. Dan tentunya tentang percaya atau tidak akan kebenaran legenda itu, akan lebih bijak bila kita tetap menghargainya.(hawkson).







Monday, August 9, 2010

Gunung Vesuvius dan Kisah Peradaban Pompeii


Gunung Vesuvius yang dalam bahasa Italia disebut Monte Vesuvio adalah satu-satunya gunung berapi di Daratan Eropa yang meletus dalam seratus tahun terakhir dan terletak di sebelah timur Napoli,
Italia.








 


Vesuvius adalah nama gunung yang sering digunakan oleh para penulis
akhir Republik Romawi dan awal Kekaisaran Romawi .Dan menurut legenda, Vesuvius berarti “Putra Ves/Zeus
alias Hercules.







Vesuvius
meletus 
dilukis oleh pelukis Norwegia JC Dahl , 1826








 Di
dalam kawah Vesuvius



Peradaban Pompeii





Pada tahun 79 M, letusan gunung ini menghancurkan kota Pompeii. Pompeii adalah sebuah kota zaman Romawi kuno yang telah menjadi puing dekat kota Napoli dan sekarang berada di wilayah Campania, Italia. Pompeii hancur oleh letusan gunung Vesuvius pada 79 M. Debu letusan gunung Vesuvius menimbun kota Pompeii dengan segala isinya sedalam beberapa kaki menyebabkan kota ini hilang selama 1.600 tahun sebelum ditemukan kembali dengan tidak sengaja. Semenjak itu penggalian kembali kota ini memberikan pemandangan yang luar biasa terinci mengenai kehidupan sebuah kota di puncak kejayaan Kekaisaran Romawi. Saat ini kota Pompeii merupakan salah satu dari Situs Warisan Dunia UNESCO.


 




Vesuvius dilihat dari kota Pompeii






 


Pompeii terletak pada koordinat 40°45′00″N 14°29′10″E / 40.75°LU 14.48611°BT / 40.75; 14.48611, sebelah tenggara kota Napoli, dekat dengan kota modern Pompei saat ini. Kota ini berdiri di lokasi yang terbentuk dari aliran lava ke arah utara di hilir Sungai Sarno (zaman dulu bernama "Sarnus"). Saat ini daratan ini agak jauh letaknya di daratan, namun dahulu merupakan daerah yang dekat dengan pantai.

 




 


Pada abad pertama M, Pompeii hanyalah salah satu dari sekian kota yang berlokasi di sekitar kaki Gunung Vesuvius. Wilayah ini cukup besar jumlah penduduknya yang menjadi makmur karena daerah pertaniannya subur. Beberapa kelompok kota kecil di sekitar Pompeii seperti Herculaneum juga menderita kerusakan atau kehancuran oleh tragedi letusan Vesuvius. 


 




Puing  Kota Pompeii


 


Sejarah Awal

Kota Pompeii didirikan sekitar abad ke-6 SM oleh orang-orang Osci atau Oscan, yaitu suatu kelompok masyarakat di Italia tengah. Saat itu, kota ini sudah digunakan sebagai pelabuhan yang aman oleh para pelaut Yunani dan Fenisia. Ketika orang-orang Etruska mengancam melakukan serangan, kota Pompeii bersekutu dengan orang-orang Yunani yang kemudian menguasai Teluk Napoli. Pada abad ke-5 SM orang-orang Samnium mendudukinya (beserta semua kota di Campania). Para penguasa baru ini memaksakan arsitektur mereka dan memperluas wilayah kota. Diyakini juga bahwa selama pendudukan orang-orang Samnium, Roma sempat merebut kembali Pompeii untuk sementara waktu, namun teori ini belum terbuktikan.

Pompeii ikut ambil peranan dalam peperangan yang dimulai oleh kota-kota Campania melawan Roma, namun pada tahun 89 SM kota ini dikepung oleh Sulla. Walaupun tentara Liga Sosial yang dipimpin oleh Lucius Cluentius ikut membantu dalam melawan Roma, pada tahun 80 SM Pompeii dipaksa menyerah setelah Nola ditaklukkan. Pompeii lalu menjadi sebuah koloni Roma dengan nama: Colonia Cornelia Veneria Pompeianorum. Kota ini menjadi jalur penting bagi barang-barang yang datang lewat laut dan harus dikirim ke Roma atau Italia Selatan yang terletak di sepanjang Via Appia yang tidak jauh dari situ.

Pada tahun 62 M, sebuah gempa bumi hebat merusakkan Pompeii bersama banyak kota lainnya di Campania. Di masa antara tahun 62 M hingga letusan besar Vesuvius tahun 79 M, kota ini dibangun kembali, mungkin lebih megah dalam bidang bangunan dan karya seni dari sebelumnya.


 






Vesuvius Mengubur Kota Pompeii
 




 Ilustrasi


 


Para penduduk Pompeii, seperti mereka yang hidup di daerah itu sekarang, telah lama terbiasa dengan getaran kecil, namun pada 5 Februari 62  terjadi gempa bumi yang hebat yang menimbulkan kerusakan yang cukup besar di sekitar teluk itu dan khususnya terhadap Pompeii. Sebagian dari kerusakan itu masih belum diperbaiki ketika gunung berapi itu meletus . Namun, ini mungkin merupakan sebuah gempa tektonik daripada gempa yang disebabkan oleh meningkatnya magma yang terdapat di dalam gunung berapi. 


 

Sebuah gempa lainnya, yang lebih ringan, terjadi pada 64; peristiwa ini dicatat oleh Suetonius dalam biografinya tentang Nero, dalam De Vita Caesarum, dan oleh Tacitus dalam Buku XV dari Annales karena hal ini terjadi ketika Nero berada di Napoli dan tampil dalam sebuah pertunjukan untuk pertama kalinya di sebuah panggung umum. Suetonius mencatat bahwa kaisar tidak memedulikan gempa itu dan terus bernyanyi hingga selesai lagunya, sementara Tacitus mencatat bahwa teater itu runtuh setelah orang-orang di dalamnya dievakuasi.

Penulis Plinius Muda menulis bahwa getaran bumi itu "tidaklah begitu menakutkan karena sering terjadi di Campania".

Pada awal Agustus tahun 79, mata air dan sumur-sumur mengering. Getaran-getaran gempa ringan mulai terjadi pada 20 Agustus 79 , dan menjadi semakin sering pada empat hari berikutnya, namun peringatan-peringatan itu tidak disadari orang, dan pada sore hari tanggal 24 Agustus, sebuah letusan gunung berapi yang mematikan terjadi. Ledakan itu merusakkan wilayah tersebut, mengubur Pompeii dan daerah-daerah pemukimanlainnya. Kebetulan tanggal itu bertepatan dengan Vulcanalia, perayaan dewa api Romawi.

Laporan saksi mata satu-satunya yang bertahan dan dapat diandalkan tentang peristiwa ini dicatat oleh Plinius Muda dalam dua pucuk surat kepada sejarahwan Tacitus. Dari rumah pamannya di Misenum, sekitar 35 km dari gunung berapi itu, Plinius melihat sebuah gejala luar biasa yang terjadi di atas Gn. Vesuvius: sebuah awan gelap yang besar berbentuk seperti pohon pinus muncul dari mulut gunung itu. Setelah beberapa lama, awan itu dengan segera menuruni lereng-lereng gunung dan menutupi segala sesuatu di sekitarnya, termasuk laut yang di dekatnya.

"Awan" yang digambarkan oleh Plinius Muda itu kini dikenal sebagai aliran piroklastik, yaitu awan gas yang sangat panas, debu, dan batu-batu yang meletus dari sebuah vulkano. Plinius mengatakan bahwa beberapa gempa bumi terasa pada saat letusan itu dan diikuti oleh getaran bumi yang dahsyat. Ia juga mencatat bahwa debu juga jatuh dalam bentuk lapisan-lapisan yang sangat tebal dan desa tempat ia berada harus dievakuasi. 


 


Laut pun tersedot dan didorong mundur oleh suatu "gempa bumi", sebuah gejala yang disebut oleh para geologiwan modern sebagai tsunami. Gambarannya lalu beralih kepada fakta bahwa matahari tertutup oleh letusan itu dan siang hari menjadi gelap gulita. 


 


Pamannya, Plinius Tua mengambil beberapa kapal untuk meneliti gejala ini dan menyelamatkan orang-orang yang terperangkap di kaki gunung itu. Karena tidak dapat mendarat dekat vulkano itu karena angin yang tidak menguntungkan dan debu yang dihasilkan letusan itu, Plinius Tua melanjutkan perjalanan ke Stabiae sekitar 4,5 km dari Pompei. 


 


Ia meninggal di sana keesokan harinya. Dalam suratnya yang pertama kepada Tacitus, kemenakannya menduga bahwa ini disebabkan karena pamannya menghirup gas beracun. Namun Stabiae 16 km jauhnya dari tempat kejadian dan rekan-rekannya tampaknya tidak terpengaruh oleh hirupan udara itu, dan karena itu kemungkinan sekali kematiannya disebabkan karena Plinius yang gemuk itu  meninggal karena stroke atau serangan jantung.





Lenyap Selama 16 Abad





Lapisan debu tebal menutupi dua buah kota yang lokasinya dekat dengan kaki gunung Vesuvius, sehingga kedua kota ini menjadi hilang dan terlupakan. Kemudian kota Herculaneum ditemukan kembali pada 1738, dan Pompeii pada 1748. Kedua kota ini digali kembali dari lapisan debu tebal dengan membebaskan semua bangunan-bangunan dan lukisan dinding yang masih utuh. Sebenarnya, kota ini telah ditemukan kembali pada 1599 oleh seorang arsitek bernama Fontana yang menggali sebuah jalan baru untuk sungai Sarno, namun membutuhkan lebih dari 150 tahun kemudian barulah sebuah upaya/kampanye serius dilakukan untuk membebaskan kota ini dari timbunan tanah.

Raja Charles VII dari dua Sisilia sangat tertarik dengan temuan-temuan ini bahkan hingga ia diangkat menjadi raja Spanyol. Giuseppe Fiorelli mengambil tanggung jawab ekskavasi pada 1860. Hingga saat itu Pompeii dan Herculaneum dianggap telah hilang selamanya. Di kemudian hari, Giuseppe Fiorelli adalah orang yang menyarankan penggunaan teknik injeksi plester terhadap ruangan kosong dalam tubuh korban Vesuvius yang sudah hancur untuk membentuk kembali permukaan tubuh mereka secara sempurna.





 Fresko dekoratif: "Dewi Europa dan sang Lembu"


 


Ada teori tanpa bukti yang menyatakan bahwa Fontana menemukan beberapa fresko erotis selama penggalian yang dilakukannya, namun karena norma-norma kesopanan yang amat kuat saat itu ia mengubur fresko-fresko itu kembali. Hal ini diperkuat oleh laporan-laporan penggalian oleh tim lain sesudahnya yang menyatakan bahwa daerah galian tersebut menunjukkan suasana telah pernah digali dan dikuburkan kembali.

Forum (bangunan untuk keperluan sosial), pemandian, beberapa rumah/gedung dan sejumlah villa telah dapat diselamatkan dengan baik. Sebuah hotel (dengan luas 1000 meter persegi) ditemukan dekat dengan lokasi kota. Hotel ini lalu dinamakan "Grand Hotel Murecine".

 




 Pasangan penduduk Pompeii


 


Fakta menyatakan bahwa Pompeii merupakan satu-satunya situs kota kuno di mana keseluruhan struktur topografinya dapat diketahui dengan pasti tanpa memerlukan modifikasi atau penambahan. Kota ini tidak dibagi sesuai dengan pola-pola kota Romawi pada umumnya dikarenakan permukaan tanah yang tidak datar (kota ini berada di kaki gunung). Namun jalan-jalan di kota ini dibuat lurus dan berpola pada tradisi murni Romawi kuno, permukaan jalan terdiri dari batu-batu poligon dan memiliki bangunan-bangunan rumah dan toko-toko di kedua sisi jalan, mengikuti decumanus dan cardusnya. Decumanus adalah jalan-jalan yang merentang dari timur ke barat, sementara cardus merentang dari utara ke selatan. 










Sebuah jalan sepi di Pompeii




Gempa bumi, longsor dan kerusakan akibat letusan gunung berapi


Sebuah bidang penelitian penting saat ini berkaitan dengan struktur-struktur, yang kini sedang diperbaiki, pada masa letusan (kemungkinan rusak pada waktu gempa di tahun 62). Sebagian dari lukisan-lukisan tua yang rusak agaknya tertutup dengan lukisan-lukisan yang lebih baru, dan alat-alat modern digunakan untuk menemukan kembali gambaran dari fresko-fresko yang telah lama tersembunyi. Alasan tentang mengapa struktur-struktur ini masih diperbaiki 10 tahun setelah letusan itu adalah kenyataan bahwa frekuensi ledakan menjelang ledakan yang hebat itu semakin kecil.


Kebanyakan penggalian arkeologis di situs itu hanya sampai tingkat jalanan pada peristiwa vulkanik tahun 79. Penggalian-penggalian yang lebih dalam di bagian Pompeii yang lebih tua dan contoh-contoh utama dari pengeboran-pengeboran di dekatnya telah menunjukkan lapisan-lapisan dari berbagai sedimen yang menunjukkan bahwa peristiwa-peristiwa lain telah melanda kota itu sebelum terjadinya ledakan yang terkenal itu, karena ada tiga lapisan sedimen yang terletak di bawah kota itu yang ditemukan di atas lapisan lava. Bercampur dengan sedimen ini ditemukan pula oleh para arkeolog potongan-potongan kecil dari tulang-tulang binatang, potongan-potongan keramik dan potongan-potongan tumbuhan. Dengan menggunakan penanggalan karbon, lapisan yang tertua diperkirakan berasal dari abad ke-8 SM, sekitar masa pendirian kota itu. Dua lapisan lainnya dipisahkan dari lapisan-lapisan lainnya dengan lapisan tanah yang dikembangkan dengan baik atau merupakan jalan yang dibuat orang Romawi pada sekitar abad ke-4 SM dan abad ke-2 SM. Teori di balik lapisan-lapisan dari beraneka sedimen ini adalah tanah longsor yang hebat, yang mungkin didorong oleh hujan yang turun berkepanjangan. (Senatore, et al., 2004) Pada penggalian-penggalian awal situs ini, sesekali ditemukan lubang di dalam lapisan abu yang berisi sisa-sisa tulang manusia. Giuseppe Fiorelli mengusulkan untuk mengisi ruang-ruang kosong itu dengan semen. Apa yang dihasilkan adalah bentuk-bentuk yang sangat akurat dan mengerikan dari Pompeiani (warga Pompeii) yang gagal melarikan diri, dalam saat-saat terakhir hidup mereka .





Untuk sebagian dari mereka, ungkapan ketakutan itu cukup jelas
kelihatan. Para geologiwan telah menggunakan sifat-sifat magnetik dari batu-batu dan serpihan-serpihan yang ditemukan di Pompeii untuk memperkirakan temperatur aliran piroklaktik yang mengubur kota itu. Ketika batu yang meleleh itu membeku kembali, mineral magnetik dalam batu itu mencatat arah bidang magnet Bumi. Bila bahan itu dipanaskan melampaui temperatur tertentu, yang dikenal sebagai temperatur Curie, bidang magnetnya mungkin akan dimodivikasi atau sama sekali diatur kembali. Analisis terhadap lebih dari 200 buah batu vulkanik dan serpihan-serpihan, seperti atap genting, menunjukkan bahwa awan debu itu panasnya hingga 850 °C ketika muncul dari mulut Vesuvius. Awan itu mendingin hingga kurang dari 350 °C pada saat tiba di kota itu. Banyak dari bahan-bahan yang dianalisis mengalami temperatur antara 240 °C hingga 340 °C. Beberapa daerah memperlihatkan temperatur yang lebih rendah, hanya 180 °C. Ada teori yang mengatakan bahwa guncangan mungkin telah menyebabkan tercampurnya udara dingin ke dalam awan debu itu.


Pompeii
dalam dunia hiburan populer






Pompeii dijadikan latar belakang novel sejarah modern The Last Days of Pompeii dan sebuah film seri televisi Inggris Up Pompeii, dan novel Robert Harris baru-baru ini, Pompeii, sebuah kisah fiksi yang terpusat pada aquarius (ahli saluran air) Marcus Attilius yang harus memperbaiki kerusakan pada akuaduk di dunia, Aqua Augusta, yang rusak di suatu tempat di sekitar Gn. Vesuvius. Dalam seni visual, The Last Day of Pompeii adalah sebuah lukisan terkenal oleh Carlo Brullo yang kelahiran Rusia.

Pada Oktober 1971, band terkenal Pink Floyd mengadakan pertunjukan di sebuah amfiteater yang kosong dan berusia 2.000 tahun di Pompeii, di hadapan penonton yang terdiri dari para kru film termasuk para kamerawan. Pertunjukan ini diedarkan sebagai sebuah film di seluruh dunia, dan belakangan dalam bentuk video. Sang sutradara belakangan menambahkan gambar-gambar ruang angkasa dan merilisnya dalam bentuk 'potongan sutradara', yang kini tersedia dalam bentuk DVD.

"Last Days of Pompeii" adalah sebuah opera rock tahun 1991 oleh band rok alternatif Nova Mob.

Taman bertema Busch Gardens di Williamsburg, Virginia menampilkan sebuah atraksi berjudul "Escape from Pompeii," (Melarikan diri dari Pompeii); di situ para penumpang mengendarai kapal-kapal kecil yang konon sedang melarikan diri melalui kota Pompeii sementara reruntuhan-reruntuhan kota berguliran di sekitar mereka.



 




Palaestra Pompeii dilihat dari puncak
dinding stadion. Bagian tengah kiri yang mencekung diisi dengan air dan
digunakan untuk latihan berenang atau permainan pertempuran laut. Di
sebelah kanan (agak tertutup oleh batang pohon) adalah barisan
pokok-pokok pohon yang menjadi arang, sisa-sisa pohon (masing-masing
seratus tahun usianya) dari palaestra yang terbakar dalam ledakan
gunung berapi tahun 79. Di antara mereka dan deretan tiang,
terdapat barisan pepohonan muda yang baru ditanam sebagai penggantinya.




Rexford (Rex) Phillips, alias “Rexino Mondo,” menulis, menyanyikan, membacakan serta memproduksi sebuah "buku audio" 210 menit berjudul Messenger From Pei (Utusan dari Pei). Buku ini mengisahkan penugasannya di Kompi Khusus ke-10 dari Angkatan Darat AS di Korea. Di sana ia berjumpa, bersahabat dan akhirnya menjalin hubungan yang akrab dengan aktris Debbie Reynolds. Berbagai arus bolak-balik membawa mereka dalam suatu perjalanan ke kehidupan masa lampau, dan khususnya dalam pelarian mereka dari "Pei yang dekaden", tepat sebelum kehancuran total kota itu, bersamaan dengan hari-hari terakhir "Pompeii", bakal anaknya yang rusak akhlaknya. Karya ini dibuat pada 1992 dan diedarkan secara terbatas.




Penemuan-penemuan unik


 


Kota Pompeii memberikan gambaran sesaat mengenai kehidupan kota Romawi di abad pertama. Gambaran sesaat ini memperlihatkan bahwa Pompeii merupakan kota yang sangat hidup sebelum terjadinya letusan gunung. Bukti-bukti memberi petunjuk hingga ke hal yang amat detil dari kehidupan sehari-hari mereka. Misalnya, pada lantai sebuah rumah (rumah Sirico) sebuah tulisan terkenal Salve, lucru (Selamat datang, uang), mungkin dimaksudkan sebagai humor, menunjukkan kepada kita perusahaan perdagangan yang dimiliki oleh dua sejawat, Sirico dan Nummianus (namun nama ini mungkin hanya julukan, karena nummus berarti mata uang, uang). Di rumah-rumah lainnya, terdapat banyak gambaran terinci mengenai profesi dan kategori, seperti pekerja binatu (Fullones). Kendi-kendi anggur bertuliskan Vesuvinum (istilah permainan kata dalam perdagangan). Grafiti yang dipahat di dinding memberitahu kita akan nama suatu jalan.







 Teatro Grande "Teater Besar"


 




Fresko-fresko Pompeii yang dapat diselamatkan menawarkan pengetahuan
yang tiada bandingnya mengenai kebudayaan dari kota purbakala ini


 


Ketika letusan terjadi, kota Pompeii mungkin memiliki penduduk sejumlah 20.000 orang dan berlokasi di area di mana orang Roma memiliki vila-vila liburan mereka. Banyak pelayanan yang disediakan di kota Pompeii ditemukan, misalnya: Macellum (pasar raya menyediakan makanan), Pistrinum (penggilingan gandum), Thermopolium (sejenis bar yang menyediakan minuman dingin dan panas), cauporioe (restoran kecil), dan sebuah amfiteater. 


 




 Kerangka yang disebut Ring Lady ditemukan
di Herculaneum


 


Tahun 2002 penemuan lain yang tak kalah pentingnya di hilir sungai Sarno mengungkapkan bahwa pelabuhan tersebut juga memiliki banyak penduduk dan para penduduknya tinggal di palafitte (desa dengan rumah-rumah yang menjorok di atas danau), dalam sebuah sistem kanal yang, menurut para ilmuwan, menyerupai kanal-kanal di Venesia. Namun fakta ini masih harus dipelajari lebih jauh.


 


 


Korban - Korban Letusan





Berikut ini adalah korban-korban dari letusan Gunung Vesuvius yang tak sempat melarikan diri. 













































Tak dapat dibayangkan bagaimana jadinya jika anda yang berada di saat terjadinya letusan itu ... ?





(hawkson)