Saturday, August 28, 2010

Sebuah Hologram UFO Biru Dilaporkan Terlihat Di Langit China Pada 7 Agustus 2010, Benarkah ?





Sebuah Insiden UFO dikabarkan terjadi di China pada tanggal 7 Agustus 2010. Warga di seluruh negeri telah melaporkan melihat Sebuah Hologram UFO yang berkedip-kedip pada saat yang sama dari langit Nanjing, Shanghai dan Ganzhou.

Berikut ini adalah foto dari UFO Hologram tersebut :





Awalnya, dari judul dan gambar'nya saya menyangka kalau ufo kali ini mungkin saja berkaitan lagi dengan percobaan nuklir. Tetapi, begitu melakukan penelusuran lebih jauh mengenai pemberitaannya. saya menemui kejanggalan.



Berita ini di muat oleh situs  www.allnewsweb.com dengan judul yang cukup meyakinkan : Hologram UFO seen by thousands across China: 7 Aug 2010



















Berikut ini kutipan dari satu-satunya sumber yang mempublikasikan berita ini.




Hologram UFO seen by thousands across China: 7 Aug 2010 :


An UFO event occurred in China on August 7 that will certainly not make the news in the West but is making news across that nation.

Residents across the country reported seeing a twinkling UFO at the same time: from Nanjing to Shanghai to Ganzhou. One Shanghai local took a panoramic photograph (see video below) and when developing the picture noticed what he thought was a photographic flaw only to then hear about the events elsewhere and realise that what he captured might be something of far more significance.

The consensus amongst scientists studying such phenomena is that this particular UFO is no physical craft but rather a holographic message sent by a distant civilization to let us know that 'we are not alone'. It appears this month an ET civilization might have targeted China with a message of importance.

These holograms or messages from ETs are no secret to governments of major world powers. In 2010 we can be certain that aliens are communicating with us via these UFOs and reassuring us that, as mentioned above, our journey in this universe is not one we need travel alone.
As scientists at China's Purple Mountain Observatory frantically decipher these messages we can be fairly certain that disclosure in China will be in most of our lifetimes. We can only hope that Western politicians note this developments and confess to the public the truth they so diligently suppress.


 

Source :  www.allnewsweb.com



 

HOAX




Satu kesimpulan singkat dari saya, bahwa foto tersebut adalah rekayasa dan hasil sotosop !

Tidak perlu banyak pembuktian lagi, karena anda pasti akan berpendapat sama dengan saya.



Alasannya ?

Hanya satu : menurut sumber media www.allnewsweb.com yang mempublikasikan berita ini, mereka hanya menunjukkan SATU buah foto saja yang dikatakan foto dari ufo hologram di china. Padahal judulnya saja 'Hologram UFO seen by thousands across China'' ..



Jika memang ada ribuan orang yang menyaksikan penampakannya, kenapa hanya ada 1 bukti foto .. ? 




case closed




(hawkson)




( www.allnewsweb.com)



Thursday, August 12, 2010

Insident Hilangnya 'Frederick Valentich'.Diculik UFO?


Seorang Pilot, Frederick Valentich, diduga diculik oleh UFO di Selat Bass antara Australia dan Tasmania, 21 Oktober 1978. Valentich Junior, 20 tahun sedang terbang dengan pesawat Cessna bermesin satu dari Melbourne ke King Island, untuk suatu penerbangan carter. Baru terbang beberapa menit, penerbang yang juga seorang pelatih calon pilot itu melaporkan ke menara Melbourne, bahwa suatu pesawat terbang dengan empat lampu yang gemerlapan telah melambungnya. Padahal, tak ada pesawat terbang lain di dekatnya, menurut keterangan petugas menara. "Bentuknya panjang, dan dia semakin mendekat," begitu jawaban Valentich Jr yang direkam oleh petugas menara.


 


 


Insiden ini juga pernah dimuat di media Indonesia, salah satunya adalah Majalah Tempo pada edisi 11 November 1978.






Berikut kutipannya : 







Jurubicara Departemen Perhubungan Australia yang menanggapi
insiden itu menduga, pilot Valentich mengalami disorientasi
hingga dia terbang 180 derajat terbalik. Dalam posisi terbang terbalik
itu, boleh jadi dia melihat refleksi bayangan pesawatnya sendiri
dilaut yang berminyak, dan menyangkanya sebuah piring terbang.
Kendati demikian Ken Williams, jurubicara itu, tak menolak sama
sekali kemungkinan penculikan dari angkasa luar.
Ayah penerbang itu sendiri, Guido Valentich bersikeras. "Anak saya seorang pelatih penerbang, dan fikirannya cukup waras," kata Guido. Makanya dia tak percaya Frederick sampai kehilangan arah dan terbang terbalik. Juga seorang penerbang swasta lainnya, Arthur Schutt, tak dapat menerima bahwa Frederick keliru menafsirkan bayangan pesawatnya sendiri sebagai benda terbang yang tak dikenal alias BETA. Pacar Frederick, Rhomda Rushton yang empat tahun lebih muda, lain lagi reaksinya. Katanya kepada wartawan UPI di Melbourne, "saya tahu Fred masih hidup. Kita segera akan melihatnya kembali." Lalu, di mana penerbang dengan pesawatnya Cessna 182 itu sekarang? "Itu rahasia," kata gadis itu, yang mengaku telah melaporkan apa yang diketahuinya kepada pejabat Departemen Perhubungan Australia. Sementara itu pencaharian terhadap pesawat Cessna itu dilaksanakan segera setelah kabar hilangnya pesawat itu tersiar. Enam pesawat SAR resmi dikerahkan selama empat hari tapi mereka hanya menemukan satu genangan minyak di laut dekat tempat Cessna itu menghilang. Genangan itu dikabarkan berasal dari sebuah mesin disel. 


 

Meskipun beritanya cukup lama, tetapi masih saja tergolong menarik karena hilangnya beliau, dikaitkan dengan aktifitas ekstrateresterial(UFO).


 









Frederick Valentich

Frederick Valentich


Insiden 'Frederick Valentich' adalah insiden penampakan UFO paling signifikan di Australia. Frederick Valentich, seorang pilot muda berusia 20 tahun, yang mengajukan rencana penerbangan di Moorabin untuk penerbangan malam menuju King Island dengan tujuan untuk menjemput tiga orang temannya disana . Tidak ada jejak pesawat yang dikemudikan oleh Frederick Valentich yang ditemukan, sampai departemen penyelidikan dan tranportasi menutup kasus ini dengan menyimpulkan bahwa kasus ini tak pernah terpecahkan.







Laporan penampakan UFO di Australia sangat menarik perhatian media, sebagian karena jumlah penampakan yang dilaporkan oleh masyarakat setempat pada malam itu . Ken Williams, juru bicara Departemen Transportasi, mengatakan kepada Associated Press bahwa "sangat lucu sebab semua orang memberikan laporan hilangnya Valentich dikaitkan dengan UFO".





 




 


Valentich berangkat dari Moorabbin  pada pukul18:19 waktu setempat dan menghubungi Unit Pelayanan Penerbangan Melbourne untuk menginformasikannya pada mereka. Dia melaporkan mencapai Cape Otway pada 19:00, dalam catatan ini tidak menunjukkan bahwa dia melaporkan sesuatu yang luar biasa sebelum mencapai Cape Otway.





Pada pukul 19:06, Valentich dihubungi  Service Officer Melbourne, Steve Robey dan meminta informasi mengenai pesawat lain di ketinggian itu (di bawah 5.000 kaki, 1524 m) dan diberitahu bahwa tidak ada penerbangan di tingkat ketinggian tersebut.




Valentich kemudian melaporkan bahwa ia melihat sebuah pesawat besar tak dikenal yang tampak diterangi empat lampu yang sangat terang. Dia tidak dapat memastikan jenis pesawat apa itu, namun Fred melaporkan bahwa pesawat itu sudah berlalu sekitar 1.000 kaki (300 m) overhead dan bergerak dengan kecepatan tinggi.

 


Dalam laporannya, Valentich mengatakan bahwa pesawat itu mendekati dia . Pukul 19:09 Robey meminta Valentich untuk mengkonfirmasi ketinggian karena ia tidak dapat mengidentifikasi pesawat misterius yang baru saja lewat itu. Valentich diminta keterangan untuk menggambarkan pesawat itu, dengan mengatakan bahwa peawat itu "panjang", tapi sangat cepat baginya untuk menggambarkannya lebih rinci.






Transmisi berlangsung selama sekitar 30 detik, selama waktu itu, Robey berusaha meminta perkiraan ukuran pesawat. Valentich lalu kembali mengatakan bahwa pesawat itu "melintas" di atasnya dengan permukaan logam mengilap dan lampu hijau di atasnya.






Robey mencoba untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut tentang pesawat tak dikenal dan lokasinya karena Valentich melaporkan bahwa kini pesawat misterius itu mendekat dari barat daya. Pukul 19:12:09 Valentich melaporkan bahwa ia mengalami masalah mesin dan masih akan melanjutkan perjalanan ke King Island.






Ada keheningan sejenak kemudian ia kembali  mengatakan "benda itu melayang dan itu bukan pesawat!!".  Bersamaan dengan itu, 17 detik kemudian terdengar  suara bising dan diidentifikasi sebagai suara benda keras yang tergores... Kemudian hilang kontak ...




















Pencarian dan Usaha Penyelamatan


Pencarian langsung dikerahkan karena pada pukul 19 : 33 , pesawat Frederick Valentich tidak juga mendarat di King Island. Hingga 25 Oktober 1978, hasil pencarian nihil. Ditemukan tumpahan bahan bakar  kira-kira di dekat tempat Valentich terakhir yang disampaikannya melalui kontak radio dengan Robey,ternyata itu bukan bahan bakar untuk transportasi penerbangan. Dekali lagi, jejak pesawat tak ditemukan. Padahal, pesawat ini dilengkapi dengan empat jaket dan sinyal radio darurat , dan dirancang untuk bertahan selama beberapa menit.






Sebuah laporan ringkasan percakapan akhirnya diterbitkan pada tanggal 27 April 1982, yang mencakup semua pembicaraan radio yang terjadi pada malam 21 Oktober 1978 antara Delta Sierra Juliet (Valentich) dan Unit Pelayanan Penerbangan di Melbourne (Steve Robey).




1906:14 DSJ Melbourne, this is Delta Sierra Juliet. Is there any known traffic below five thousand?
FS Delta Sierra Juliet, no known traffic.
DSJ Delta Sierra Juliet, I am, seems to be a large aircraft below five thousand.
1906:44 FS Delta Sierra Juliet, What type of aircraft is it?
DSJ Delta Sierra Juliet, I cannot affirm, it is four bright, it seems to me like landing lights.
1907 FS Delta Sierra Juliet.
1907:31 DSJ Melbourne, this is Delta Sierra Juliet, the aircraft has just passed over me at least a thousand feet above.
FS Delta Sierra Juliet, roger, and it is a large aircraft, confirmed?
DSJ Er-unknown, due to the speed its travelling, is there any air force aircraft in the vicinity?
FS Delta Sierra Juliet, no known aircraft in the vicinity.
1908:18 DSJ Melbourne, its approaching now from due east towards me.
FS Delta Sierra Juliet.
1908:41 DSJ (open microphone for two seconds.)
1908:48 DSJ Delta Sierra Juliet, it seems to me that hes playing some sort of game, hes flying over me two, three times at speeds I could not identify.
1909 FS Delta Sierra Juliet, roger, what is your actual level?
DSJ My level is four and a half thousand, four five zero zero.
FS Delta Sierra Juliet, and you confirm you cannot identify the aircraft?
DSJ Affirmative.
FS Delta Sierra Juliet, roger, stand by.
1909:27 DSJ Melbourne, Delta Sierra Juliet, its not an aircraft it is (open microphone for two seconds).
1909:42 FS Delta Sierra Juliet, can you describe the -er- aircraft?
DSJ Delta Sierra Juliet, as its flying past its a long shape (open microphone for three seconds) cannot identify more than it has such speed (open microphone for three seconds). Its before me right now Melbourne.
1910 FS Delta Sierra Juliet, roger and how large would the - er - object be?
1910:19 DSJ Delta Sierra Juliet, Melbourne, it seems like its stationary. What Im doing right now is orbiting and the thing is just orbiting on top of me also. It’s got a green light and sort of metallic like, its all shiny on the outside.
FS Delta Sierra Juliet
1910:46 DSJ Delta Sierra Juliet (open microphone for three seconds) Its just vanished.
FS Delta Sierra Juliet
1911 DSJ Melbourne, would you know what kind of aircraft I've got? Is it a military aircraft?
FS Delta Sierra Juliet, Confirm the - er ~ aircraft just vanished.
DSJ Say again.
FS Delta Sierra Juliet, is the aircraft still with you?
DSJ Delta Sierra Juliet; its (open microphone for two seconds) now approaching from the south-west.
FS Delta Sierra Juliet
1911:50 DSJ Delta Sierra Juliet, the engine is rough-idling. I've got it set at twenty three twenty-four and the thing is coughing.
FS Delta Sierra Juliet, roger, what are your intentions?
DSJ My intentions are - ah - to go to King Island - ah - Melbourne. That strange aircraft is hovering on top of me again (open microphone for two seconds). It is hovering and its not an aircraft.
FS Delta Sierra Juliet.
1912:28 DSJ Delta Sierra Juliet. Melbourne (open microphone for seventeen seconds).





Laporan Penampakan


Setelah berita hilangnya Valentich terdengar publik, sejumlah orang mengaku telah menyaksikan kegiatan yang tidak biasa di daerah itu.
 


Diantara 20 laporan yang masuk, orang-orang mengklaim telah melihat sebuah cahaya hijau di langit dan dalam satu orang saksi yang terletak sekitar km barat 2 dari Apollo Bay, Victoria , menyatakan bahwa mereka melihat lampu hijau trailing atau bayangan's pesawat Valentich, dan bahwa ia berada dalam posisi menukik tajam pada saat itu.





Menurut para pengamat UFO, informasi ini sangat penting karena telah dicatat beberapa tahun sebelum dipublikasikan tahun 1982, transkrip itu juga yang telah dijelaskan oleh Valentich  tentang objek di atasnya memiliki cahaya berwarna hijau.








Komentar Ayah Frederick Valentich





Menurut laporan Associated Press , Guido Valentich, ayah dari pilot yang hilang itu, mengatakan "dia berharap anaknya telah diambil oleh UFO dan tidak jatuh ." Fakta bahwa mereka tidak menemukan jejak peawata, memberikan  kemungkinan bahwa UFO bisa saja sudah ada "..Guido Valentich juga mengatakan kepada Associated Press bahwa, anaknya mungkin diculik untuk mempelajari tentang UFO  karena dia bukan tipe orang yang suka mengarang cerita.


 




Guido Valentich Memegang Foto anaknya









Kontroversi

Berikut ini adalah beberapa teori-teori penjelasan tentang hilangnya pilot pesawat bersama pesawatnya:





  • Kemungkinan Valentich menghilang sendiri, bahkan dengan memperhitungkan perjalanan  antara 30  hongga 45 menit ke Cape Otway, pesawat masih memiliki cukup bahan bakar untuk terbang 800 kilometer walaupun kondisi ideal, karena pada saat itu tidak ada pesawat lain pada radar, dan Polisi Melbourne menerima laporan bahwa sebuah pesawat dengan arah yang misterius terlihat tak jauh dari Cape Otway pada saat yang sama seperti yang menghilangnya Valentich.

  • Penjelasan lain menyebutkan bahwa Valentich bingung sehingga terbang terbalik, dan cahaya yang dia lihat adalah cahaya pantulan pesawatnya sendiri di air. Hal ini juga pernah dikonfirmasi oleh otoritas penerbangan, bahwa pesawat Cessna memiliki sayap yang tinggi dengan sistem gravitasi. yang membuat model penerbangan secara terbalik, sudah tidak baku lagi di tahun itu.

  • Pada tahun 2000 muncul dugaan lain bahwa, kemungkinan Valentich mengalami masalah mesin dan menabrak laut. Hal ini mungkin saja terjadi karena Selat Bass memiliki arus yang cukup kuat dan deras. 

  • Penjelasan lainnya bahwa kemungkinan pesawatnya tersambar petir dan terhalang awan lenticular.

  • Hingga teori - teori tentang UFO bermunculan, dikarenakan adanya suara aneh pada rekaman transmisi radio.


 Berikut ini adalah transkip asli dari percakapan transmisi tersebut/











Nah, brother and sist sekalian, ceritanya bukan hanya sampai disitu saja. 



5 Tahun Kemudian



Suatu malam di bulan Agustus 1982 dekat desa Iman, Primorskiy krai, Far East, Rusia Igor Letnan Kolonel Valerianovich Kazantsev, Komandan detasemen penjaga perbatasan di dekat dusun Iman, menerima laporan dari seorang pria mencurigakan yang ditangkap oleh tentara dari unit di dekat perbatasan Soviet-Cina.


 


Orang asing itu menunjukkan dokumen yang menunjukkan bahwa namanya adalah Saryche. Dia juga menunjukkan surat dari Akademisi Vsevolod S Troitskiy, koresponden anggota Akademi Ilmiah Uni Soviet, Ketua Komisi untuk Studi Fenomena anomali (Semacam badan komisi tapi memang benar-benar ada).Orang itu menyatakan bahwa dia terlibat dalam penelitian UFO.


 


Orang itu menyatakan bahwa ia menemukan sebuah botol hitam aneh berbentuk kapsul pada ketinggian 1204 (meter di atas permukaan laut).Begitu dibuka, kapsul itu berisi sebuah gulungan yang berteks bahasa inggris, dan ditulis dengan suatu tinta/zat berwarna oranye cerah. ( berbicara tentang warna oranye, saya jadi teringat  postingan artikel saya yang kemarin tentang  Insiden 'Dyatlov Pass'   , dimana menurut pengakuan orang tua korban, bahwa pada tubuh korban juga memiliki warna aneh yaitu oranye..) teks itu kemudian diterjemahkan ke bahasa Rusia. Dan ini bunyi dari teks tersebut :








"Saya Frederick Valentich, Aku ditangkap bersama dengan  pesawat Cessna-182 oleh UFO pada 21 Oktober 1978 145 mil selatan Melbourne. Karena waktu yang sangat terbatas dan bahaya ekstrim untuk negara saya, ini yang paling penting. Apa yang saya lihat adalah di luar imajinasi saya. Kemudian saya sampai pada kesimpulan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi jiwa saya, pada awalnya realitas UFO dan pilot mereka ,  kedua tentang usulan mereka bagi saya untuk menjadi pilot salah satu pesawat mereka . Berikut ini adalah bukti dari kontak dengan peradaban lain dan pria yang dicapai ini adalah saya, Frederick Valentich. Tapi yang paling menggoda adalah proposal fantastis mereka bagi saya untuk tinggal di dalam tubuh fisik yang sama, jadi saya belum berusia di atas saya saat ini berusia 25 tahun (umur saya ketika saya menandatangani kontrak tersebut  dengan alien). Saya bahkan tidak ingat wajah bibi saya dan dua mantan pacar saya, ini adalah bukti tambahan dari pengaruh psikologis yang kuat diberikan kepada saya. UFO raksasa saya harus bekerja di adalah "kapal kargo" (cargo ship). Semua anggota milik sebuah peradaban yang terletak di rasi Pleiades dan mewakili sebuah organisasi antar  6 peradaban dari Orion, Swan dan konstelasi Big Dog sistem surya kita juga bagian dari itu. Seperti kita mereka juga albumen entitas organik, menghirup oksigen dan tubuh yang sama berkembang . Tugas utama kami adalah mencuri oksigen dari bumi, bayangkan 2 penerbangan per minggu dilakukan untuk mengambil oksigen.Saya diminta untuk memberikan kapsul ini kepada Kedutaan Besar Australia dan diberikan kepada para ilmuwan untuk melakukan penelitian lebih lanjut..."











(Saya merasa seperti baru saja membaca novel sci-fiction..)





Berikut adalah pendapat seorang koresponden-anggota Akademi Ilmiah Uni Soviet Dr Nechai PhD, ditujukan kepada komisi ahli khusus dalam Presidium Akademi Ilmu Pengetahuan Uni Soviet.





"Karakteristik fisik dan mekanik yang menakjubkan dari bahan, jarang senyawa kimia dan struktur memungkinkan untuk membuat kesimpulan berikut: 





... Material yang digunakan  belum diketahui dan tampaknya di luar Bumi.





Sayangnya untuk kemanusiaan, menutupi hal ini lebih efektif dan semuanya diklasifikasikan dalam TOP SECRET, dengan partisipasi dari CIA Amerika.





Dimana kapsul asing dengan huruf itu sekarang, tidak diketahui, mungkin di Amerika Serikat (di ruang bawah tanah jauh di bawah Pentagon?)








"case closed"








(Hawkson)


Wednesday, August 11, 2010

Insiden 'Dyatlov Pass' yang Misterius.


Insiden 'Dyatlov Pass' mengacu pada sebuah peristiwa yang mengakibatkan kematian sembilan pendaki ski di utara pegunungan Ural pada malam 2 Februari 1959. Kejadian misterius tesebut terjadi di sebelah timur gunung Kholat Syakhl (Холат Сяхл) (yang berarti Gunung Mati).









Ural Mountain's










Kurangnya saksi mata dan investigasi tentang kematian para pendaki telah melahirkan banyak spekulasi.




Para peneliti mengatakan mayat yang ditemukan menunjukkan tanda-tanda yang aneh, dua korban tengkoraknya retak, dua patah tulang rusuk, dan satu orang kehilangan lidahnya.




Menurut beberapa sumber, dari empat korban 'pakaian mereka mengandung tingkat radiasi yang tinggi.





Para peneliti Soviet hanya mengatakan bahwa "sebuah kekuatan aneh yang tidak dikenal telah menyebabkan kematian para pendaki ski ini.



Akses ke kawasan tersebut ditutup selama 3 tahun setelah adanya insiden ini.




Kronologis kejadian pun sulit diketahui, mengingat tidak adanya korban yang selamat.




Latar Belakang




Dyatlov Pass adalah sebuah nama kelompok pendaki ski yang tengah
melakukan pendakian yang dipimpin oleh Igor Dyatlov dan terdiri dari delapan laki-laki dan dua orang wanita.Sebagian besar dari mereka adalah lulusan dari Institut Politeknik Ural (saat ini : Ural State Technical University
).




  • Igor Dyatlov , pemimpin kelompok

  • Zinaida Kolmogorova 

  • Lyudmila Dubinina 

  • Alexander Kolevatov 

  • Rustem Slobodin  

  • Yuri Krivonischenko

  • Yuri Doroshenko

  • Nicolai Thibeaux-Brignolle

  • Alexander Zolotarev 

  • Yuri Yudin 













Igor Dyatlov








Yuri Yudin yang dipeluk oleh Ludmila Dubinina (tampak Igor Dyatlov sedang melihat mereka)





Tujuan dari ekspedisi ini adalah untuk mencapai Otorten (Отортен), sebuah gunung yang berada 10 kilometer sebelah utara lokasi kejadian.





Nama Otorten, dalam terjemahan dari bahasa Mansi berarti "Gunung orang-orang mati", dan orang-orang pribumi mencoba untuk menghindari dan mengunjungi tempat itu. Gunung ini terletak di bagian atas Sungai Pechora  di perbatasan  Sverdlovsk, Perm, Provinsi Tyumen  dan Republik Komi.








Otorten








Rute pada musim itu, diperkirakan sebagai "Kategori III" . Semua anggota adalah orang-orang yang berpengalaman dalam ekspedisi pendakian gunung.






















Grup tiba dengan kereta api di Ivdel , sebuah kota di pusat provinsi utara Oblast Sverdlovsk pada tanggal 25 Januari. Mereka kemudian mengambil truk untuk menuju Vizhai , pemukiman terakhir yang begitu jauh di utara.





Mereka memulai perjalanan mereka menuju Otorten dari Vizhai pada tanggal 27 Januari.


Keesokan harinya, salah satu anggota (Yuri Yudin) terpaksa kembali karena sakit.  




Kelompok itu kini terdiri atas sembilan orang.







Yuri Yuridin (paling bawah) anggota yang tidak jadi ikut mendaki karena sakit







Buku harian dan kamera yang ditemukan di sekitar kamp terakhir mereka memungkinkan untuk melacak rute kelompok sampai hari sebelum kejadian. Pada tanggal 31 Januari, kelompok tiba di pinggir sebuah daerah dataran tinggi dan mulai mempersiapkan diri untuk pendakian.Dalam sebuah lembah kayu mereka mengumpulkan dan mempersiapkan makanan serta peralatan yang akan digunakan untuk perjalanan kembali.





Keesokan harinya (1 Februari), pendaki mulai bergerak melalui celah(Pass). Sepertinya mereka berencana untuk menghindari badai dan membuat kamp untuk malam berikutnya pada sisi yang berlawanan, tetapi karena kondisi cuaca yang memburuk, badai salju dan visibilitas yang menurun, mereka kehilangan arah dan menyimpang barat, semakin ke atas menuju puncak Kholat Syakhl.



































Dyatlov Pass, dengan
Kholat-Syakhl di latar belakang
 


Ketika mereka menyadari kesalahan mereka, kelompok tersebut memutuskan untuk berhenti dan mendirikan kemah di  lereng gunung.







Pencarian






Telah disepakati sebelumnya bahwa Dyatlov akan mengirim telegram ke klub olahraga mereka segera setelah kelompok itu kembali ke Vizhai. Diharapkan bahwa ekspedisi ini akan berlangsung  tidak lebih sampai tanggal 12 Februari tapi tanggal tersebut telah berlalu dan tidak ada pesan yang diterima,  juga tidak ada reaksi-penundaan beberapa hari yang akan diumumkan dalam ekspedisi tersebut.






Seorang pelancong menuntut operasi penyelamatan kepala lembaga olahraga ini mengirim kelompok penyelamat pertama, yang terdiri dari siswa dan guru sukarelawan, pada tanggal 20 Februari. Kemudian, tentara dan polisi menjadi terlibat, dengan pesawat dan helikopter diperintahkan untuk bergabung dengan operasi pencarian dan penyelamatan.






Pada tanggal 26 Februari, para pencari menemukan kamp yang ditinggalkan di Kholat Syakhl. Tenda itu rusak parah.







tenda  yang ditemukan
pada 26 Feb 1959



Jejak kaki yang dapat diikuti, menuju ke tepi hutan , tapi setelah 500 meter  tertutup salju. Di tepi hutan, di bawah  pinus besar , para pencari menemukan sisa-sisa kebakaran, bersama dengan  dua mayat pertama , mereka adalah Krivonischenko dan Doroshenko,yang hanya memakai pakaian dalam dan tanpa sepatu.






Pohon pinus dimana dua mayat pertama ditemukan



Antara pinus dan kamp para pencari menemukan tiga mayat berikutnya, mereka adalah Dyatlov, Kolmogorova dan Slobodin yang tampaknya sudah meninggal dalam pose yang menunjukkan bahwa mereka berusaha untuk kembali ke perkemahan. Mereka ditemukan secara terpisah pada jarak 300, 480 dan 630 meter dari pohon pinus.



Pencarian untuk empat prang korban lainnya memakan waktu lebih dari dua bulan. Mereka akhirnya ditemukan pada 4 Mei, di bawah empat meter dari salju, di sebuah jurang di lembah sungai lebih jauh dari pohon pinus.



Investigasi



Pemeriksaan telah dimulai segera setelah menemukan lima mayat pertama . Pemeriksaan medis tidak menemukan cedera yang mungkin telah menyebabkan kematian mereka, dan disimpulkan bahwa mereka semua meninggal karena hipotermia. Satu orang mengalami retak kecil di tengkoraknya, tapi tidak dianggap sebagai luka fatal.



Pemeriksaan dari empat mayat yang ditemukan pada bulan Mei merubah dugaan semula. Tiga dari mereka cedera fatal: tubuh Thibeaux Brignolle mengalami kerusakan tengkorak besar, dan keduanya Dubunina dan Zolotarev mengalami patah tulang dada. Dari gaya kematian  yang dibutuhkan untuk menyebabkan kerusakan tersebut akan sangat tinggi, para ahli membandingkannya dengan perbedaan fisik yang ditimbulkan akibat  kecelakaan mobil.



Khususnya, bagian tubuh tidak mengalami luka eksternal, seolah-olah mereka lumpuh dengan tingkat tekanan yang tinggi.



Seorang wanita ditemukan hilang lidahnya. awalnya telah muncul beberapa spekulasi bahwa mereka mungkin telah diserang dan dibunuh kelompok adat Mansi karena melanggar hak perbatasan atas tanah mereka, tapi investigasi menunjukkan bahwa sifat kematian mereka tidak mendukung hipotesa ini; Jejak kaki pendaki itu  terlihat wasjar, dan mereka tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan.





Ada bukti  yang menunjukan bahwa tim dipaksa untuk meninggalkan kamp pada malam hari, saat mereka sedang tidur. Dibuktikan dengan ditemukannya mayat yang hanya berpakaian dalam, meskipun suhu sangat rendah (sekitar -25 ° sampai -30 ° C) dengan badai bertiup kencang dan jarak antara kemah dengan letak korban ditemukan sangatlah janggal.





Para ahli menambahkan, hal ini mungkin saja terjadi selama manusia mengalami hipotermia berat, karena orang akan menjadi bingung,  dan agresif.



Dari  file hasil pemeriksaan menyatakan :




  • Enam anggota kelompok meninggal karena hipotermia dan tiga orang luka-luka.

  • Tidak ada indikasi orang lain  selain dari sembilan pendaki tersebut di Kholat Syakhl

  • Tenda telah dirobek dari dalam.

  • Para korban meninggal antara 6 sampai 8 jam setelah makan terakhir mereka.

  • Jejak dari kamp menunjukkan bahwa semua anggota kelompok meninggalkan kamp atas kemauan sendiri, dengan berjalan kaki.

  • Untuk menghilangkan teori serangan suku Mansi ,  dokter menunjukkan bahwa luka fatal dari tiga badan tidak mungkin disebabkan oleh manusia lain, "karena kekuatan pukulan terlalu kuat dan tidak ada jaringan lunak telah telah rusak.

  • Hasil tes forensik menunjukkan radiasi dosis tinggi terkontaminasi radioaktif pada pakaian dari beberapa korban.



Putusan akhir menyatakan bahwa semua anggota kelompok meninggal karena suatu kekuatan yang tidak diketahui. Penyelidikan pun dihentikan secara resmi pada Mei 1959 karena tidak adanya "pihak yang bisa dinyatakan bersalah". File dikirim ke sebuah arsip rahasia, dan fotokopi kasus menjadi hanya tersedia pada tahun 1990-an, dengan beberapa bagian yang hilang.




 


Kontroversi 


 


Beberapa peneliti mengklaim bahwa beberapa fakta yang tidak terjawab, mungkin diabaikan, oleh pejabat atau bahkan sengaja ditutup-tutupi :





  • Setelah pemakaman, keluarga almarhum menyatakan bahwa kulit para korban menjadi aneh dan berwarna cokelat oranye.

  • Dalam wawancara pribadi, seorang mantan perwira  mengatakan bahwa dosimeter menunjukkan tingkat radiasi yang tinggi pada Kholat Syakhl, dan  ini adalah alasan untuk radiasi yang ditemukan di tubuh.

  • Kelompok lain dari pejalan kaki (sekitar 50 kilometer selatan insiden) melaporkan bahwa mereka melihat bola oranye aneh di langit malam di utara (cenderung ke arah Kholat Syakhl) pada malam kejadian. Sangat mirip bola yang diamati pada Ivdel dan sekitarnya selama periode Februari-Maret 1959, dengan berbagai saksi independen (termasuk dari meteorologi dan militer).

  • Beberapa laporan menyatakan bahwa besi tua yang terletak di daerah itu, menyebabkan spekulasi bahwa militer telah menggunakan daerah itu secara diam-diam dan mungkin terlibat dalam menutup-nutupi kasus ini.







Apapun yang menyebabkan kematian 9 orang pendaki tersebut merupakan peristiwa misterius yang tak bisa diungkapkan hingga saat ini . Berikut ini beberapa spekulasi teori-teori yang beredar dari insiden Dyatlov Pass.



Teori Pengujian Militer


 


Kejadian ini terjadi selama era perang dingin dan Tirai Besi berlangsung. Wartawan mencoba menulis buku-buku dan artikel-artikel mengenai insiden ini tetapi kemudian disensor. Penyidik menemukan adanya indikasi catatan - catatan laporan yang hilang. Mungkinkah aktivitas Radioaktif penyebab terjadinya insiden ini ?







Meskipun kurangnya catatan, wartawan menyimpulkan bahwa militer telah melakukan tes di daerah tersebut  dan telah sengaja menyebabkan kematian dengan disclaimer bahwa mereka tidak memiliki dokumen dari Departemen Pertahanan, FSB dan badan ruang untuk menyediakan informasi yang lengkap.





Teori UFO



Beberapa orang berpendapat bahwa UFO yang menyebabkan kematian para pendaki tersebut, karena ada laporan dari saksi mata di wilayah tersebut yang melihat bola misterius oranye terang di arah Dyatlov Pass. file Declassified berisi kesaksian dari sekelompok petualang yang berkemah sekitar 5.368 meter selatan yang mengatakan bahwa mereka melihat  bola oranye ameh mengambang di langit ke arah Kholat-Syakhl.



Akhirnya, pada tahun 1990, Kepala Pemeriksa, Lev Ivanov, mengatakan bahwa ia telah diperintahkan oleh pejabat senior untuk menutup kasus ini dan mengklasifikasikan sebagai kasus rahasia. Mereka sudah terganggu oleh laporan dari beberapa saksi mata, termasuk layanan cuaca dan militer, tentang bola terbang  yang terlihat di daerah itu pada bulan Februari dan Maret 1959.





Jadi kasus Insiden 'Dyatlov Pass' tergolong dalam kasus Misterius yang tak pernah terpecahkan ....



(hawkson)





( mysterious-places , zetaboards.com  , wikipedia.org , unsolved-mystery)






















































Monday, August 9, 2010

Gunung Vesuvius dan Kisah Peradaban Pompeii


Gunung Vesuvius yang dalam bahasa Italia disebut Monte Vesuvio adalah satu-satunya gunung berapi di Daratan Eropa yang meletus dalam seratus tahun terakhir dan terletak di sebelah timur Napoli,
Italia.








 


Vesuvius adalah nama gunung yang sering digunakan oleh para penulis
akhir Republik Romawi dan awal Kekaisaran Romawi .Dan menurut legenda, Vesuvius berarti “Putra Ves/Zeus
alias Hercules.







Vesuvius
meletus 
dilukis oleh pelukis Norwegia JC Dahl , 1826








 Di
dalam kawah Vesuvius



Peradaban Pompeii





Pada tahun 79 M, letusan gunung ini menghancurkan kota Pompeii. Pompeii adalah sebuah kota zaman Romawi kuno yang telah menjadi puing dekat kota Napoli dan sekarang berada di wilayah Campania, Italia. Pompeii hancur oleh letusan gunung Vesuvius pada 79 M. Debu letusan gunung Vesuvius menimbun kota Pompeii dengan segala isinya sedalam beberapa kaki menyebabkan kota ini hilang selama 1.600 tahun sebelum ditemukan kembali dengan tidak sengaja. Semenjak itu penggalian kembali kota ini memberikan pemandangan yang luar biasa terinci mengenai kehidupan sebuah kota di puncak kejayaan Kekaisaran Romawi. Saat ini kota Pompeii merupakan salah satu dari Situs Warisan Dunia UNESCO.


 




Vesuvius dilihat dari kota Pompeii






 


Pompeii terletak pada koordinat 40°45′00″N 14°29′10″E / 40.75°LU 14.48611°BT / 40.75; 14.48611, sebelah tenggara kota Napoli, dekat dengan kota modern Pompei saat ini. Kota ini berdiri di lokasi yang terbentuk dari aliran lava ke arah utara di hilir Sungai Sarno (zaman dulu bernama "Sarnus"). Saat ini daratan ini agak jauh letaknya di daratan, namun dahulu merupakan daerah yang dekat dengan pantai.

 




 


Pada abad pertama M, Pompeii hanyalah salah satu dari sekian kota yang berlokasi di sekitar kaki Gunung Vesuvius. Wilayah ini cukup besar jumlah penduduknya yang menjadi makmur karena daerah pertaniannya subur. Beberapa kelompok kota kecil di sekitar Pompeii seperti Herculaneum juga menderita kerusakan atau kehancuran oleh tragedi letusan Vesuvius. 


 




Puing  Kota Pompeii


 


Sejarah Awal

Kota Pompeii didirikan sekitar abad ke-6 SM oleh orang-orang Osci atau Oscan, yaitu suatu kelompok masyarakat di Italia tengah. Saat itu, kota ini sudah digunakan sebagai pelabuhan yang aman oleh para pelaut Yunani dan Fenisia. Ketika orang-orang Etruska mengancam melakukan serangan, kota Pompeii bersekutu dengan orang-orang Yunani yang kemudian menguasai Teluk Napoli. Pada abad ke-5 SM orang-orang Samnium mendudukinya (beserta semua kota di Campania). Para penguasa baru ini memaksakan arsitektur mereka dan memperluas wilayah kota. Diyakini juga bahwa selama pendudukan orang-orang Samnium, Roma sempat merebut kembali Pompeii untuk sementara waktu, namun teori ini belum terbuktikan.

Pompeii ikut ambil peranan dalam peperangan yang dimulai oleh kota-kota Campania melawan Roma, namun pada tahun 89 SM kota ini dikepung oleh Sulla. Walaupun tentara Liga Sosial yang dipimpin oleh Lucius Cluentius ikut membantu dalam melawan Roma, pada tahun 80 SM Pompeii dipaksa menyerah setelah Nola ditaklukkan. Pompeii lalu menjadi sebuah koloni Roma dengan nama: Colonia Cornelia Veneria Pompeianorum. Kota ini menjadi jalur penting bagi barang-barang yang datang lewat laut dan harus dikirim ke Roma atau Italia Selatan yang terletak di sepanjang Via Appia yang tidak jauh dari situ.

Pada tahun 62 M, sebuah gempa bumi hebat merusakkan Pompeii bersama banyak kota lainnya di Campania. Di masa antara tahun 62 M hingga letusan besar Vesuvius tahun 79 M, kota ini dibangun kembali, mungkin lebih megah dalam bidang bangunan dan karya seni dari sebelumnya.


 






Vesuvius Mengubur Kota Pompeii
 




 Ilustrasi


 


Para penduduk Pompeii, seperti mereka yang hidup di daerah itu sekarang, telah lama terbiasa dengan getaran kecil, namun pada 5 Februari 62  terjadi gempa bumi yang hebat yang menimbulkan kerusakan yang cukup besar di sekitar teluk itu dan khususnya terhadap Pompeii. Sebagian dari kerusakan itu masih belum diperbaiki ketika gunung berapi itu meletus . Namun, ini mungkin merupakan sebuah gempa tektonik daripada gempa yang disebabkan oleh meningkatnya magma yang terdapat di dalam gunung berapi. 


 

Sebuah gempa lainnya, yang lebih ringan, terjadi pada 64; peristiwa ini dicatat oleh Suetonius dalam biografinya tentang Nero, dalam De Vita Caesarum, dan oleh Tacitus dalam Buku XV dari Annales karena hal ini terjadi ketika Nero berada di Napoli dan tampil dalam sebuah pertunjukan untuk pertama kalinya di sebuah panggung umum. Suetonius mencatat bahwa kaisar tidak memedulikan gempa itu dan terus bernyanyi hingga selesai lagunya, sementara Tacitus mencatat bahwa teater itu runtuh setelah orang-orang di dalamnya dievakuasi.

Penulis Plinius Muda menulis bahwa getaran bumi itu "tidaklah begitu menakutkan karena sering terjadi di Campania".

Pada awal Agustus tahun 79, mata air dan sumur-sumur mengering. Getaran-getaran gempa ringan mulai terjadi pada 20 Agustus 79 , dan menjadi semakin sering pada empat hari berikutnya, namun peringatan-peringatan itu tidak disadari orang, dan pada sore hari tanggal 24 Agustus, sebuah letusan gunung berapi yang mematikan terjadi. Ledakan itu merusakkan wilayah tersebut, mengubur Pompeii dan daerah-daerah pemukimanlainnya. Kebetulan tanggal itu bertepatan dengan Vulcanalia, perayaan dewa api Romawi.

Laporan saksi mata satu-satunya yang bertahan dan dapat diandalkan tentang peristiwa ini dicatat oleh Plinius Muda dalam dua pucuk surat kepada sejarahwan Tacitus. Dari rumah pamannya di Misenum, sekitar 35 km dari gunung berapi itu, Plinius melihat sebuah gejala luar biasa yang terjadi di atas Gn. Vesuvius: sebuah awan gelap yang besar berbentuk seperti pohon pinus muncul dari mulut gunung itu. Setelah beberapa lama, awan itu dengan segera menuruni lereng-lereng gunung dan menutupi segala sesuatu di sekitarnya, termasuk laut yang di dekatnya.

"Awan" yang digambarkan oleh Plinius Muda itu kini dikenal sebagai aliran piroklastik, yaitu awan gas yang sangat panas, debu, dan batu-batu yang meletus dari sebuah vulkano. Plinius mengatakan bahwa beberapa gempa bumi terasa pada saat letusan itu dan diikuti oleh getaran bumi yang dahsyat. Ia juga mencatat bahwa debu juga jatuh dalam bentuk lapisan-lapisan yang sangat tebal dan desa tempat ia berada harus dievakuasi. 


 


Laut pun tersedot dan didorong mundur oleh suatu "gempa bumi", sebuah gejala yang disebut oleh para geologiwan modern sebagai tsunami. Gambarannya lalu beralih kepada fakta bahwa matahari tertutup oleh letusan itu dan siang hari menjadi gelap gulita. 


 


Pamannya, Plinius Tua mengambil beberapa kapal untuk meneliti gejala ini dan menyelamatkan orang-orang yang terperangkap di kaki gunung itu. Karena tidak dapat mendarat dekat vulkano itu karena angin yang tidak menguntungkan dan debu yang dihasilkan letusan itu, Plinius Tua melanjutkan perjalanan ke Stabiae sekitar 4,5 km dari Pompei. 


 


Ia meninggal di sana keesokan harinya. Dalam suratnya yang pertama kepada Tacitus, kemenakannya menduga bahwa ini disebabkan karena pamannya menghirup gas beracun. Namun Stabiae 16 km jauhnya dari tempat kejadian dan rekan-rekannya tampaknya tidak terpengaruh oleh hirupan udara itu, dan karena itu kemungkinan sekali kematiannya disebabkan karena Plinius yang gemuk itu  meninggal karena stroke atau serangan jantung.





Lenyap Selama 16 Abad





Lapisan debu tebal menutupi dua buah kota yang lokasinya dekat dengan kaki gunung Vesuvius, sehingga kedua kota ini menjadi hilang dan terlupakan. Kemudian kota Herculaneum ditemukan kembali pada 1738, dan Pompeii pada 1748. Kedua kota ini digali kembali dari lapisan debu tebal dengan membebaskan semua bangunan-bangunan dan lukisan dinding yang masih utuh. Sebenarnya, kota ini telah ditemukan kembali pada 1599 oleh seorang arsitek bernama Fontana yang menggali sebuah jalan baru untuk sungai Sarno, namun membutuhkan lebih dari 150 tahun kemudian barulah sebuah upaya/kampanye serius dilakukan untuk membebaskan kota ini dari timbunan tanah.

Raja Charles VII dari dua Sisilia sangat tertarik dengan temuan-temuan ini bahkan hingga ia diangkat menjadi raja Spanyol. Giuseppe Fiorelli mengambil tanggung jawab ekskavasi pada 1860. Hingga saat itu Pompeii dan Herculaneum dianggap telah hilang selamanya. Di kemudian hari, Giuseppe Fiorelli adalah orang yang menyarankan penggunaan teknik injeksi plester terhadap ruangan kosong dalam tubuh korban Vesuvius yang sudah hancur untuk membentuk kembali permukaan tubuh mereka secara sempurna.





 Fresko dekoratif: "Dewi Europa dan sang Lembu"


 


Ada teori tanpa bukti yang menyatakan bahwa Fontana menemukan beberapa fresko erotis selama penggalian yang dilakukannya, namun karena norma-norma kesopanan yang amat kuat saat itu ia mengubur fresko-fresko itu kembali. Hal ini diperkuat oleh laporan-laporan penggalian oleh tim lain sesudahnya yang menyatakan bahwa daerah galian tersebut menunjukkan suasana telah pernah digali dan dikuburkan kembali.

Forum (bangunan untuk keperluan sosial), pemandian, beberapa rumah/gedung dan sejumlah villa telah dapat diselamatkan dengan baik. Sebuah hotel (dengan luas 1000 meter persegi) ditemukan dekat dengan lokasi kota. Hotel ini lalu dinamakan "Grand Hotel Murecine".

 




 Pasangan penduduk Pompeii


 


Fakta menyatakan bahwa Pompeii merupakan satu-satunya situs kota kuno di mana keseluruhan struktur topografinya dapat diketahui dengan pasti tanpa memerlukan modifikasi atau penambahan. Kota ini tidak dibagi sesuai dengan pola-pola kota Romawi pada umumnya dikarenakan permukaan tanah yang tidak datar (kota ini berada di kaki gunung). Namun jalan-jalan di kota ini dibuat lurus dan berpola pada tradisi murni Romawi kuno, permukaan jalan terdiri dari batu-batu poligon dan memiliki bangunan-bangunan rumah dan toko-toko di kedua sisi jalan, mengikuti decumanus dan cardusnya. Decumanus adalah jalan-jalan yang merentang dari timur ke barat, sementara cardus merentang dari utara ke selatan. 










Sebuah jalan sepi di Pompeii




Gempa bumi, longsor dan kerusakan akibat letusan gunung berapi


Sebuah bidang penelitian penting saat ini berkaitan dengan struktur-struktur, yang kini sedang diperbaiki, pada masa letusan (kemungkinan rusak pada waktu gempa di tahun 62). Sebagian dari lukisan-lukisan tua yang rusak agaknya tertutup dengan lukisan-lukisan yang lebih baru, dan alat-alat modern digunakan untuk menemukan kembali gambaran dari fresko-fresko yang telah lama tersembunyi. Alasan tentang mengapa struktur-struktur ini masih diperbaiki 10 tahun setelah letusan itu adalah kenyataan bahwa frekuensi ledakan menjelang ledakan yang hebat itu semakin kecil.


Kebanyakan penggalian arkeologis di situs itu hanya sampai tingkat jalanan pada peristiwa vulkanik tahun 79. Penggalian-penggalian yang lebih dalam di bagian Pompeii yang lebih tua dan contoh-contoh utama dari pengeboran-pengeboran di dekatnya telah menunjukkan lapisan-lapisan dari berbagai sedimen yang menunjukkan bahwa peristiwa-peristiwa lain telah melanda kota itu sebelum terjadinya ledakan yang terkenal itu, karena ada tiga lapisan sedimen yang terletak di bawah kota itu yang ditemukan di atas lapisan lava. Bercampur dengan sedimen ini ditemukan pula oleh para arkeolog potongan-potongan kecil dari tulang-tulang binatang, potongan-potongan keramik dan potongan-potongan tumbuhan. Dengan menggunakan penanggalan karbon, lapisan yang tertua diperkirakan berasal dari abad ke-8 SM, sekitar masa pendirian kota itu. Dua lapisan lainnya dipisahkan dari lapisan-lapisan lainnya dengan lapisan tanah yang dikembangkan dengan baik atau merupakan jalan yang dibuat orang Romawi pada sekitar abad ke-4 SM dan abad ke-2 SM. Teori di balik lapisan-lapisan dari beraneka sedimen ini adalah tanah longsor yang hebat, yang mungkin didorong oleh hujan yang turun berkepanjangan. (Senatore, et al., 2004) Pada penggalian-penggalian awal situs ini, sesekali ditemukan lubang di dalam lapisan abu yang berisi sisa-sisa tulang manusia. Giuseppe Fiorelli mengusulkan untuk mengisi ruang-ruang kosong itu dengan semen. Apa yang dihasilkan adalah bentuk-bentuk yang sangat akurat dan mengerikan dari Pompeiani (warga Pompeii) yang gagal melarikan diri, dalam saat-saat terakhir hidup mereka .





Untuk sebagian dari mereka, ungkapan ketakutan itu cukup jelas
kelihatan. Para geologiwan telah menggunakan sifat-sifat magnetik dari batu-batu dan serpihan-serpihan yang ditemukan di Pompeii untuk memperkirakan temperatur aliran piroklaktik yang mengubur kota itu. Ketika batu yang meleleh itu membeku kembali, mineral magnetik dalam batu itu mencatat arah bidang magnet Bumi. Bila bahan itu dipanaskan melampaui temperatur tertentu, yang dikenal sebagai temperatur Curie, bidang magnetnya mungkin akan dimodivikasi atau sama sekali diatur kembali. Analisis terhadap lebih dari 200 buah batu vulkanik dan serpihan-serpihan, seperti atap genting, menunjukkan bahwa awan debu itu panasnya hingga 850 °C ketika muncul dari mulut Vesuvius. Awan itu mendingin hingga kurang dari 350 °C pada saat tiba di kota itu. Banyak dari bahan-bahan yang dianalisis mengalami temperatur antara 240 °C hingga 340 °C. Beberapa daerah memperlihatkan temperatur yang lebih rendah, hanya 180 °C. Ada teori yang mengatakan bahwa guncangan mungkin telah menyebabkan tercampurnya udara dingin ke dalam awan debu itu.


Pompeii
dalam dunia hiburan populer






Pompeii dijadikan latar belakang novel sejarah modern The Last Days of Pompeii dan sebuah film seri televisi Inggris Up Pompeii, dan novel Robert Harris baru-baru ini, Pompeii, sebuah kisah fiksi yang terpusat pada aquarius (ahli saluran air) Marcus Attilius yang harus memperbaiki kerusakan pada akuaduk di dunia, Aqua Augusta, yang rusak di suatu tempat di sekitar Gn. Vesuvius. Dalam seni visual, The Last Day of Pompeii adalah sebuah lukisan terkenal oleh Carlo Brullo yang kelahiran Rusia.

Pada Oktober 1971, band terkenal Pink Floyd mengadakan pertunjukan di sebuah amfiteater yang kosong dan berusia 2.000 tahun di Pompeii, di hadapan penonton yang terdiri dari para kru film termasuk para kamerawan. Pertunjukan ini diedarkan sebagai sebuah film di seluruh dunia, dan belakangan dalam bentuk video. Sang sutradara belakangan menambahkan gambar-gambar ruang angkasa dan merilisnya dalam bentuk 'potongan sutradara', yang kini tersedia dalam bentuk DVD.

"Last Days of Pompeii" adalah sebuah opera rock tahun 1991 oleh band rok alternatif Nova Mob.

Taman bertema Busch Gardens di Williamsburg, Virginia menampilkan sebuah atraksi berjudul "Escape from Pompeii," (Melarikan diri dari Pompeii); di situ para penumpang mengendarai kapal-kapal kecil yang konon sedang melarikan diri melalui kota Pompeii sementara reruntuhan-reruntuhan kota berguliran di sekitar mereka.



 




Palaestra Pompeii dilihat dari puncak
dinding stadion. Bagian tengah kiri yang mencekung diisi dengan air dan
digunakan untuk latihan berenang atau permainan pertempuran laut. Di
sebelah kanan (agak tertutup oleh batang pohon) adalah barisan
pokok-pokok pohon yang menjadi arang, sisa-sisa pohon (masing-masing
seratus tahun usianya) dari palaestra yang terbakar dalam ledakan
gunung berapi tahun 79. Di antara mereka dan deretan tiang,
terdapat barisan pepohonan muda yang baru ditanam sebagai penggantinya.




Rexford (Rex) Phillips, alias “Rexino Mondo,” menulis, menyanyikan, membacakan serta memproduksi sebuah "buku audio" 210 menit berjudul Messenger From Pei (Utusan dari Pei). Buku ini mengisahkan penugasannya di Kompi Khusus ke-10 dari Angkatan Darat AS di Korea. Di sana ia berjumpa, bersahabat dan akhirnya menjalin hubungan yang akrab dengan aktris Debbie Reynolds. Berbagai arus bolak-balik membawa mereka dalam suatu perjalanan ke kehidupan masa lampau, dan khususnya dalam pelarian mereka dari "Pei yang dekaden", tepat sebelum kehancuran total kota itu, bersamaan dengan hari-hari terakhir "Pompeii", bakal anaknya yang rusak akhlaknya. Karya ini dibuat pada 1992 dan diedarkan secara terbatas.




Penemuan-penemuan unik


 


Kota Pompeii memberikan gambaran sesaat mengenai kehidupan kota Romawi di abad pertama. Gambaran sesaat ini memperlihatkan bahwa Pompeii merupakan kota yang sangat hidup sebelum terjadinya letusan gunung. Bukti-bukti memberi petunjuk hingga ke hal yang amat detil dari kehidupan sehari-hari mereka. Misalnya, pada lantai sebuah rumah (rumah Sirico) sebuah tulisan terkenal Salve, lucru (Selamat datang, uang), mungkin dimaksudkan sebagai humor, menunjukkan kepada kita perusahaan perdagangan yang dimiliki oleh dua sejawat, Sirico dan Nummianus (namun nama ini mungkin hanya julukan, karena nummus berarti mata uang, uang). Di rumah-rumah lainnya, terdapat banyak gambaran terinci mengenai profesi dan kategori, seperti pekerja binatu (Fullones). Kendi-kendi anggur bertuliskan Vesuvinum (istilah permainan kata dalam perdagangan). Grafiti yang dipahat di dinding memberitahu kita akan nama suatu jalan.







 Teatro Grande "Teater Besar"


 




Fresko-fresko Pompeii yang dapat diselamatkan menawarkan pengetahuan
yang tiada bandingnya mengenai kebudayaan dari kota purbakala ini


 


Ketika letusan terjadi, kota Pompeii mungkin memiliki penduduk sejumlah 20.000 orang dan berlokasi di area di mana orang Roma memiliki vila-vila liburan mereka. Banyak pelayanan yang disediakan di kota Pompeii ditemukan, misalnya: Macellum (pasar raya menyediakan makanan), Pistrinum (penggilingan gandum), Thermopolium (sejenis bar yang menyediakan minuman dingin dan panas), cauporioe (restoran kecil), dan sebuah amfiteater. 


 




 Kerangka yang disebut Ring Lady ditemukan
di Herculaneum


 


Tahun 2002 penemuan lain yang tak kalah pentingnya di hilir sungai Sarno mengungkapkan bahwa pelabuhan tersebut juga memiliki banyak penduduk dan para penduduknya tinggal di palafitte (desa dengan rumah-rumah yang menjorok di atas danau), dalam sebuah sistem kanal yang, menurut para ilmuwan, menyerupai kanal-kanal di Venesia. Namun fakta ini masih harus dipelajari lebih jauh.


 


 


Korban - Korban Letusan





Berikut ini adalah korban-korban dari letusan Gunung Vesuvius yang tak sempat melarikan diri. 













































Tak dapat dibayangkan bagaimana jadinya jika anda yang berada di saat terjadinya letusan itu ... ?





(hawkson)